Banner Utama

Menelusuri Jejak Sejarah, Ini Delapan Destinasi Gereja Bersejarah Di Indonesia

Wisata
By Redaksi  —  On Dec 21, 2025

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Indonesia tidak hanya dikenal sebagai negeri dengan keragaman budaya dan alam yang memukau, tetapi juga menyimpan warisan sejarah keagamaan yang panjang. Di berbagai daerah, berdiri gereja-gereja tua yang telah berusia ratusan tahun dan menjadi saksi masuk serta berkembangnya agama Kristen di Nusantara. Bangunan-bangunan ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai destinasi wisata sejarah dan religi yang sarat nilai budaya.

Salah satu gereja tertua di Tanah Air adalah Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Tugu di Jakarta Utara. Didirikan pada 1678, gereja ini lahir dari komunitas Mardijkers, kelompok bekas budak yang dibebaskan VOC dan kemudian membentuk identitas budaya tersendiri. Meski sempat rusak akibat serangan Inggris pada awal abad ke-19, gereja ini dibangun kembali di lokasi yang sama dan tetap mempertahankan karakter arsitektur sederhana dengan sentuhan Eropa dan lokal. Hingga kini, Gereja Tugu dikenal sebagai pusat pelestarian budaya, termasuk tradisi Cafrinho dan musik keroncong Tugu yang berakar dari pengaruh Portugis.

Di Jawa Tengah, Gereja Blenduk menjadi ikon Kota Lama Semarang. Gereja berkubah besar ini menampilkan perpaduan gaya Neo-Klasik dan Barok yang khas. Interiornya menyimpan altar kayu jati berusia ratusan tahun serta organ pipa bergaya Barok yang menjadi bukti kejayaan arsitektur gereja kolonial. Selain aktif sebagai tempat ibadah, Gereja Blenduk telah menjelma menjadi magnet wisata yang memperkaya wajah pariwisata sejarah Kota Semarang.

Jejak penyebaran Kristen di Sumatera dapat ditelusuri melalui Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA) Pakantan di Mandailing Natal, Sumatera Utara. Gereja ini diyakini sebagai salah satu gereja tertua di daratan Sumatera, dengan usia hampir dua abad. Bangunannya mencerminkan pertemuan budaya kolonial dan kearifan lokal Mandailing, sekaligus menjadi penanda penting masuknya misi zending di wilayah Tapanuli Selatan.

Sementara itu, di Kalimantan Tengah berdiri Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Imanuel Mandomai yang didirikan pada 1876. Gereja ini menjadi titik awal penyebaran agama Kristen di kalangan masyarakat Dayak. Keunikan bangunan terlihat dari penggunaan kayu ulin yang kokoh serta panel kaca patri di altar yang didatangkan langsung dari Jerman pada awal abad ke-20. Statusnya sebagai cagar budaya nasional menegaskan nilai historis gereja ini bagi Indonesia.

Baca juga: Dorong Revitalisasi Total Wisata Guci, Abdul Fikri Faqih Usulkan Akses Gratis Pancuran 13 untuk Dongkrak Ekonomi Warga

Dari Indonesia Timur, Gereja Katedral Reinha Rosari di Larantuka, Flores Timur, memiliki posisi istimewa dalam sejarah Katolik di Nusantara. Gereja ini menjadi pusat tradisi Semana Santa yang telah berlangsung sejak abad ke-16 dan menarik ribuan peziarah setiap menjelang Paskah. Meski bangunannya telah mengalami renovasi, peran katedral sebagai pusat spiritual dan budaya Katolik tetap terjaga hingga kini.

Di Sulawesi Utara, Gereja Sentrum Manado atau GMIM Manado berdiri sejak 1677 dan menjadi gereja tertua di ibu kota provinsi tersebut. Arsitektur kolonialnya yang megah dengan menara lonceng menjadikannya salah satu landmark Manado. Gereja ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga bagian penting dari perjalanan sejarah dan kehidupan sosial masyarakat setempat.

Maluku juga menyimpan peninggalan gereja bersejarah melalui Gereja Tua Hila atau GPM Ebenhaezer di Kabupaten Maluku Tengah. Dibangun pada abad ke-17 oleh VOC, gereja ini menyimpan berbagai artefak bersejarah seperti Alkitab tua, lonceng kuno, dan perabot kayu jati. Keberadaannya memperkuat posisi Maluku sebagai salah satu pusat awal penyebaran agama Kristen di Indonesia.

Adapun di Papua Barat, Pulau Mansinam menjadi situs sakral bagi umat Kristiani. Meski bukan berupa bangunan gereja, pulau ini merupakan tempat pendaratan pertama misionaris Jerman pada 1855. Hingga kini, Pulau Mansinam menjadi lokasi peringatan Hari Pekabaran Injil setiap 5 Februari dan dikenal sebagai tonggak awal peradaban modern di Tanah Papua.

Deretan gereja dan situs bersejarah tersebut menunjukkan bahwa wisata religi di Indonesia tidak hanya menawarkan pengalaman spiritual, tetapi juga membuka ruang pembelajaran tentang sejarah, arsitektur, dan interaksi budaya lintas zaman. Meski terbuka bagi wisatawan umum, pengunjung diimbau tetap menjaga etika dan menghormati kesakralan gereja sebagai tempat ibadah. Dengan begitu, warisan sejarah ini dapat terus lestari dan dinikmati generasi mendatang.

Baca juga: Prambanan Shiva Festival: Dari Ritual Sakral ke Magnet Wisata Budaya Internasional

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar (2)

Latesha McGahey 22 Desember 2025 - 01:04:15 WIB

Register your orbit-news.com website in Google Search Index to have it displayed in Web Search Results.

Submit orbit-news.com now at https://searchregister.org

Sharyn Wildman 23 Desember 2025 - 01:53:45 WIB

Submit orbit-news.com website to Google Search Index to have it displayed in Web Search Results.

List orbit-news.com now at https://searchregister.info

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: