Banner Utama

Makna Imlek dan Berbagai Tradisi yang Menyertainya

10 Februari 2026

 ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Tahun Baru Imlek, merupakan salah satu perayaan terbesar bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia. Tahun Baru Imlek menandai pergantian tahun menurut kalender lunar Tionghoa, yang biasanya jatuh antara akhir Januari hingga Februari. Selain menjadi momen perayaan, Imlek sarat makna filosofis dan tradisi yang telah dijalani selama ribuan tahun.

Makna Imlek secara harfiah adalah “musim baru” atau “awal yang baru.” Perayaan ini bukan hanya soal pesta dan kemeriahan, tetapi juga merupakan momen refleksi dan penyucian diri. Imlek dipercaya menjadi waktu yang tepat untuk menyingkirkan nasib buruk tahun sebelumnya dan membuka peluang keberuntungan, kesehatan, dan rezeki di tahun yang baru. Nilai keluarga juga sangat ditekankan selama Imlek. Perayaan ini menjadi ajang berkumpulnya anggota keluarga, menghormati leluhur, dan memperkuat tali persaudaraan. Bagi banyak orang, Imlek adalah saat untuk memaafkan kesalahan masa lalu, memulai lembaran baru, dan menyampaikan harapan baik kepada orang-orang terdekat.

Perayaan Imlek dikenal kaya akan simbol dan tradisi. Sebelum Imlek, keluarga Tionghoa biasanya membersihkan rumah secara menyeluruh. Tradisi ini melambangkan pembuangan energi negatif dan nasib sial dari tahun sebelumnya untuk menyambut keberuntungan di tahun baru. Warna merah dan emas mendominasi dekorasi Imlek. Merah diyakini membawa keberuntungan dan melindungi dari roh jahat, sedangkan emas melambangkan kekayaan dan kemakmuran. Banyak rumah dihiasi dengan lampion merah, hiasan kertas bertuliskan karakter “福” (Fu, berarti keberuntungan), serta ornamen berbentuk hewan shio tahun tersebut.

Malam sebelum tahun baru, keluarga besar berkumpul untuk makan malam bersama. Menu makanan pun sarat makna, seperti ikan yang melambangkan rezeki berlimpah, pangsit sebagai simbol kekayaan, dan kue keranjang yang menandakan kemanisan hidup. Tradisi pemberian angpao atau amplop merah berisi uang dilakukan kepada anak-anak dan orang yang belum menikah. Ini melambangkan doa agar penerima memiliki keberuntungan dan kesejahteraan sepanjang tahun.

Tarian barongsai dan liong sering muncul saat Imlek, baik di rumah, jalan, maupun pusat perbelanjaan. Tarian ini dipercaya mengusir roh jahat dan membawa energi positif bagi masyarakat. Banyak keluarga juga melakukan kunjungan ke makam leluhur untuk menghormati dan mendoakan mereka. Tradisi ini menunjukkan rasa hormat dan syukur atas jasa para pendahulu. Selain itu, setiap tahun dalam kalender Tionghoa dikaitkan dengan salah satu dari 12 shio. Banyak orang percaya bahwa shio dapat memengaruhi nasib, karakter, dan keberuntungan selama setahun, sehingga ramalan shio menjadi bagian populer dari perayaan Imlek.

Imlek bukan sekadar perayaan pergantian tahun, tetapi juga merupakan simbol pembaruan, keberuntungan, dan keharmonisan keluarga. Berbagai tradisi yang menyertainya, dari bersih-bersih rumah, makan malam keluarga, hingga pemberian angpao, menjadi sarana menyalurkan nilai-nilai kebersamaan, rasa syukur, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru. Dengan makna yang mendalam dan tradisi yang kaya, Imlek tetap relevan sebagai momen penting untuk memperkuat ikatan keluarga dan menjaga warisan budaya bagi generasi mendatang.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Belum ada data Orbit Vox.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: