ORBIT-NEWS.COM, KEBUMEN - Terletak di Desa Sidayu, Kecamatan Gombong, Benteng Van Der Wijck menjadi salah satu saksi bisu sejarah kolonial Belanda yang masih berdiri megah hingga kini. Selain menyimpan nilai sejarah, benteng ini kini hadir sebagai destinasi wisata edukatif dan rekreasi keluarga yang lengkap.
Dibangun sekitar tahun 1818, Benteng Van Der Wijck awalnya berfungsi sebagai markas militer dan pusat pertahanan kolonial Belanda. Nama benteng diambil dari Johan Frederik van der Wijck, seorang perwira tinggi Belanda. Benteng ini juga pernah menjadi tempat pendidikan calon perwira KNIL (Koninklijk Nederlands-Indisch Leger) dan, setelah kemerdekaan, dimanfaatkan oleh TNI sebagai barak dan markas militer.
Benteng ini bukan sekadar bangunan tua, tetapi simbol perjalanan sejarah bangsa yang penting untuk dikenang. Salah satu daya tarik utama Benteng Van Der Wijck adalah bentuknya yang segi delapan, jarang ditemui di Indonesia. Dinding tebal lebih dari satu meter dan jendela bergaya Belanda membuat benteng tampak kokoh dan elegan. Cat merah bata menambah kesan klasik, sementara luas area benteng mencapai sekitar 7 hektar dengan 16 barak, aula, gudang senjata, dan lapangan yang kini menjadi pusat aktivitas wisata.
Secara teknis, benteng bagian atas dan bawah memiliki luas masing-masing 3.606,625 m², dengan tinggi bangunan mencapai 9,67 meter ditambah cerobong 3,33 meter. Setiap barak memiliki ukuran 7,5 x 11,32 meter.
Wisata Edukasi dan Rekreasi
Baca juga: Keluhan Opsen PKB Menguat, Ketua DPRD Banyumas Dorong Kajian Menyeluruh dan Transparan
Saat ini Benteng Van Der Wijck tidak hanya menjadi objek sejarah, tetapi juga arena rekreasi yang menyediakan beragam wahana modern, mulai dari kereta mini yang mengelilingi benteng, kolam renang, area outbound, hingga ruang pameran yang menampilkan koleksi sejarah. Benteng juga sering menjadi lokasi syuting film, acara seni budaya, hingga kegiatan pendidikan. Pengunjung dapat merasakan pengalaman belajar sejarah sekaligus menikmati hiburan keluarga di lingkungan yang asri.
Benteng ini mudah dijangkau karena berada tidak jauh dari jalan raya Purwokerto–Yogyakarta. Dari pusat kota Kebumen, jarak tempuh sekitar 30 menit atau sekitar 19 km. Lebih dari sekadar bangunan tua, Benteng Van Der Wijck menjadi pengingat masa lalu sekaligus bukti kehebatan arsitektur kolonial Eropa. Keberadaannya menjadi sarana edukasi sejarah yang bisa dinikmati semua usia, sambil menikmati suasana alam dan rekreasi.
Bagi wisatawan yang ingin merasakan kombinasi sejarah, edukasi, dan hiburan, Benteng Van Der Wijck di Gombong menawarkan pengalaman unik. Pengunjung dapat belajar tentang masa kolonial sambil menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga di lingkungan yang penuh cerita.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.