Banner Utama

Kebutuhan Guru Tahfidz Perempuan Meningkat, Menag Dorong Peran Strategis Hafizah di Pesantren

Nasional Pendidikan
By Vivin  —  On Jan 11, 2026
Caption Foto : Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Foto ;Dok. Kemenag).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA — Kementerian Agama menyoroti tingginya kebutuhan tenaga pendidik tahfidz perempuan di pesantren-pesantren Indonesia, khususnya untuk membimbing santriwati. Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai kondisi tersebut membuka ruang pengabdian yang luas bagi para hafizah untuk mengambil peran strategis dalam penguatan pendidikan Al-Qur’an di berbagai daerah.

Menag menjelaskan, pertumbuhan lembaga tahfidz putri yang semakin pesat belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan guru perempuan yang kompeten. Padahal, kehadiran pengajar tahfidz perempuan dinilai penting tidak hanya dari sisi pedagogis, tetapi juga dalam membangun kedekatan psikologis dan keteladanan bagi santriwati.

“Lembaga tahfidz putri membutuhkan pendampingan yang kuat dari guru-guru perempuan yang memiliki kapasitas keilmuan, spiritualitas, dan integritas. Ini peluang sekaligus tantangan bagi para hafizah untuk berkontribusi nyata bagi pendidikan Islam nasional,” ujar Nasaruddin Umar saat menghadiri peringatan Hari Lahir ke-15 Jam’iyyah Hafidzotil Qur’an (JHQ) di Kendal.

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menyoroti potensi besar Kabupaten Kendal sebagai salah satu daerah dengan jumlah hafizah yang signifikan. Menurutnya, keberadaan ribuan perempuan penghafal Al-Qur’an merupakan modal sumber daya manusia yang bernilai strategis, terutama dalam pembangunan karakter dan moral masyarakat.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan komunitas tahfidz dalam membina serta memberdayakan para hafizah agar perannya tidak berhenti di ruang pendidikan formal semata.

Baca juga: Haedar Nashir Ajak Umat Islam Jadikan Ramadan 1447 H Momentum Penguatan Takwa dan Kemajuan Peradaban

Lebih jauh, Menag mengingatkan bahwa proses menghafal dan membaca Al-Qur’an perlu disertai pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai yang dikandungnya. Para hafizah diharapkan mampu menerjemahkan ajaran Al-Qur’an ke dalam praktik kehidupan sosial, termasuk kepedulian terhadap lingkungan dan kemanusiaan.

“Penguasaan Al-Qur’an tidak hanya bersifat tekstual. Nilai-nilainya harus hadir dalam sikap sosial, kepedulian terhadap sesama, serta tanggung jawab menjaga alam sebagai amanah Tuhan,” pungkasnya.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: