ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS - Kota Lama Banyumas bukan hanya menyimpan jejak sejarah, tetapi juga kekayaan rasa yang terus hidup dari generasi ke generasi. Di antara bangunan tua dan suasana klasiknya, ada kuliner legendaris yang tak lekang oleh waktu. Tiga di antaranya adalah Bakmi Gareng, Soto Sangka, dan Soto Bonjok. Masing-masing menawarkan cita rasa khas yang tak hanya menggugah selera, tetapi juga menyimpan cerita panjang.
Bakmi Gareng: Sederhana, Tapi Melekat di Hati
Bakmi Gareng dikenal sebagai sajian mie tradisional dengan sentuhan khas Banyumasan. Sepintas terlihat sederhana, mie kuning, irisan ayam, sawi, dan taburan bawang goreng, namun kekuatan utamanya ada pada racikan bumbu yang meresap sempurna.
Aroma gurih yang keluar dari wajan saat proses memasak langsung menggoda siapa saja yang melintas. Tekstur mienya kenyal, berpadu dengan rasa manis-gurih khas Jawa yang tidak berlebihan. Yang membuatnya istimewa adalah penggunaan api besar saat menggoreng mie, menghasilkan sensasi “wok hei” yang jarang ditemukan di tempat lain.
Bakmi Gareng bukan sekadar makanan, tapi pengalaman, menikmati kehangatan malam Kota Lama Banyumas dengan sepiring mie yang dimasak penuh keterampilan.
Soto Sangka: Kuah Hangat dengan Cita Rasa Tradisional
Soto Sangka sudah lama menjadi favorit warga lokal dan banyak diburu para pendatang juga. Keistimewaannya terletak pada kuah bening yang kaya rasa, hasil perpaduan kaldu ayam kampung dengan rempah pilihan.
Disajikan dengan suwiran ayam, tauge segar, dan taburan seledri, Soto Sangka menawarkan rasa yang ringan namun dalam. Setiap sendok kuahnya menghadirkan keseimbangan antara gurih, segar, dan sedikit manis khas daerah Banyumas.
Yang membuatnya semakin istimewa adalah sambal dan perasan jeruk nipis yang bisa disesuaikan dengan selera, menciptakan sensasi rasa yang lebih hidup. Soto ini cocok dinikmati kapan saja, terutama saat pagi hari atau ketika cuaca sedang dingin.
Soto Bonjok: Kelezatan yang Konsisten dari Masa ke Masa
Tak kalah legendaris, Soto Bonjok memiliki karakter rasa yang lebih kuat dibandingkan Soto Sangka. Kuahnya sedikit lebih pekat dengan aroma rempah yang lebih terasa, memberikan sensasi hangat yang langsung menyebar sejak suapan pertama.
Isiannya pun melimpah, daging ayam atau sapi, bihun, tauge, dan kadang ditambah perkedel sebagai pelengkap. Perpaduan tekstur antara kuah hangat dan bahan-bahan segar membuat setiap porsi terasa memuaskan.
Soto Bonjok dikenal karena konsistensinya. Dari dulu hingga sekarang, cita rasanya tetap terjaga, menjadikannya pilihan wajib bagi para pencinta kuliner tradisional.
Ketiga kuliner ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga bagian dari identitas Kota Lama Banyumas. Mereka adalah bukti bahwa resep sederhana, jika dijaga dengan sepenuh hati, mampu bertahan melintasi zaman dan terus memikat generasi baru.
Baca juga: Tali Asih Penghafal Al-Qur’an dari Pemprov Jateng Tingkatkan Semangat Santri di Kebumen
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.