Banner Utama

Banyumas Ngibing 24 Jam 2026 Sukses Digelar, Ribuan Penonton Padati Kota Lama, Dongkrak Pariwisata dan UMKM

Berita Advertorial
Caption Foto : Sebanyak 90 komunitas tari meramaikan Banyumas Ngibing 24 Jam yang digelar Sabtu-Minggu (2-3/5/2026) di Kota Lama Banyumas. (Foto : Hermiana E. Effendi).

ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Event budaya spektakuler Banyumas Ngibing 24 Jam kembali mencuri perhatian publik. Digelar selama 24 jam penuh mulai Sabtu (2/5/2026) pagi hingga Minggu (3/5/2026), acara ini sukses menyedot ribuan penonton yang memadati kawasan Kota Lama Banyumas sejak pagi hingga pagi berikutnya.

Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, Banyumas Ngibing 24 Jam tak hanya menjadi ajang pertunjukan seni tari, tetapi juga berkembang sebagai magnet pariwisata dan penggerak ekonomi lokal. Antusiasme masyarakat terlihat jelas di sejumlah titik utama seperti Pendopo Banyumas, Taman Sari, Alun-Alun, hingga Jalan Mruyung yang dipenuhi pengunjung dari berbagai daerah.

Sejak Sabtu pagi, ratusan penari tampil secara bergantian menyuguhkan ragam pertunjukan tari tradisional hingga kontemporer. Salah satu yang menarik perhatian publik adalah keberadaan dua penari utama, Balthazar Oka dari Jakarta dan Cici dari Madura, yang berhasil menari tanpa henti selama 24 jam penuh, mulai pukul 07.00 WIB hingga 07.00 WIB keesokan harinya.

Aksi keduanya menjadi daya tarik tersendiri. Mereka berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain sambil terus menari, menghadirkan pengalaman unik yang memukau penonton.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, yang hadir langsung pada Sabtu malam, menegaskan bahwa event ini merupakan bukti nyata bahwa seni dan budaya adalah bagian penting dari kehidupan masyarakat Banyumas.

Baca juga: Gubernur Jateng Gandeng Sungai Watch, Aksi Bersih Sungai dan Mangrove Diperkuat Lewat Kolaborasi Internasional

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh komunitas seni. Tidak mudah menghadirkan pagelaran 24 jam, dan yang sangat membanggakan adalah banyak generasi muda yang terlibat, bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai pelaku,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah penonton pada tahun ini meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, Banyumas Ngibing 24 Jam memiliki potensi besar untuk menjadi event budaya berskala nasional bahkan internasional.

“Saya optimis, Banyumas Ngibing 24 Jam ini jika rutin diselenggarakan setiap tahun, akan mampu bersaing dengan sendra tari Ramayana di Prambanan,” kata Sadewo.

Caption : Caption Foto : Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono memberikan sambutan di Banyumas Ngibing 24 Jam, pada Sabtu (2/5/2026) malam. (Foto : Hermiana E. Effendi).

Libatkan 1.000 Penari dari Berbagai Daerah

Baca juga: Pemkab Purbalingga Siap Tindaklanjuti Rekomendasi DPRD, Arah Pembangunan Difokuskan Lebih Terukur dan Berdampak

Penggagas acara, Rianto, mengungkapkan bahwa sekitar 1.000 penari dari 90 komunitas tari turut ambil bagian dalam gelaran ini. Para peserta datang dari berbagai daerah, bahkan ada rombongan dari Jakarta yang membawa hingga 30 penari dengan biaya mandiri.

“Tingginya antusiasme peserta berdampak pada okupansi penginapan. Sejak sebulan lalu, hotel-hotel di Banyumas sudah penuh, sehingga sebagian penari kami tempatkan di homestay,” jelasnya.

Untuk kategori penari 24 jam, awalnya terdapat tiga peserta yang lolos audisi, termasuk satu penari dari Amerika. Namun karena kondisi kesehatan yang menurun usai mengikuti event serupa di Surakarta, penari tersebut batal tampil.

“Untuk penari 24 jam yang tampil Mba Cici dan Mas Oka. Sebelumnya, mereka sudah berikrar dulu sebelum menari,” tambah Rianto.

Sementara itu, Balthazar Oka mengaku bahwa menari bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan panggilan hati dan bentuk rasa syukur.

Baca juga: Tali Asih Penghafal Al-Qur’an dari Pemprov Jateng Tingkatkan Semangat Santri di Kebumen

“Ini menari 24 jam untuk kedua kalinya bagi saya, yang paling susah adalah mengatur mood,” ujarnya.

Ia juga menilai event ini sebagai ruang ekspresi yang mempertemukan banyak seniman dari berbagai latar belakang.

Caption : Caption Foto : Salah satu penari 24 Jam, Balthazar Oka terus menari selama 24 jam sejak Sabtu (2/5/2026) pagi hingga Minggu (3/5/2026) pagi. (Foto : Hermiana E. Effendi).

Hidupkan Ekonomi dan Pariwisata Kota Lama Banyumas

Kesuksesan Banyumas Ngibing 24 Jam turut dirasakan oleh masyarakat dan pelaku usaha lokal. Ramainya pengunjung selama dua hari penuh berdampak positif terhadap sektor ekonomi, mulai dari kuliner, penginapan, hingga UMKM.

Baca juga: Menelusuri Kuliner Legendaris Kota Lama Banyumas, Dari Hangatnya Bakmi Gareng hingga Gurihnya Soto

Camat Banyumas, Jakarta Tisam, menyebut euforia masyarakat terhadap event ini sangat luar biasa.

“Banyumas Ngibing 24 Jam benar-benar menghidupkan akhir pekan di Kota Lama Banyumas. Selama dua hari, kawasan ini dipadati pengunjung dari pagi hingga malam. Semoga event ini bisa terus berlanjut,” ucapnya.

Dengan konsep unik, durasi non-stop 24 jam, serta keterlibatan ribuan pelaku seni, Banyumas Ngibing 24 Jam semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu event budaya unggulan di Jawa Tengah.

Ke depan, event ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu menarik wisatawan lebih luas, sekaligus memperkuat identitas Banyumas sebagai pusat seni dan budaya yang hidup dan berkembang.

Baca juga: Satlantas Polresta Banyumas Tindak 26 Knalpot Brong dan Bubarkan Balap Liar

Banyumas Ngibing 24 Jam bukan sekadar pertunjukan, melainkan perayaan budaya yang menghidupkan kota, menyatukan komunitas, dan membuka peluang besar bagi masa depan pariwisata. Jika konsisten digelar, bukan tidak mungkin Banyumas akan menjadi destinasi wajib bagi pecinta seni dari seluruh Indonesia, bahkan dunia.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: