ORBIT-NEWS.COM, BEKASI – Jumlah korban dalam kecelakaan tragis antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) terus bertambah. Hingga Selasa pagi, total korban tercatat mencapai 88 orang, dengan 7 orang meninggal dunia dan 81 lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa nahas ini terjadi setelah sebuah taksi online listrik dilaporkan mogok di jalur rel. Kondisi tersebut memaksa KRL berhenti mendadak. Nahas, dari arah belakang melaju KA Argo Bromo Anggrek dengan kecepatan tinggi hingga akhirnya tabrakan tak terhindarkan. Benturan keras menyebabkan sejumlah gerbong mengalami kerusakan parah, terutama gerbong khusus wanita yang dilaporkan ringsek.
Tim medis di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, terus melakukan proses identifikasi korban. Hingga saat ini, sebanyak 53 korban telah berhasil dikenali.
Dari data sementara, tiga korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi adalah:
-
Nuryati (62)
-
Enggar Retno K (35)
-
Nurlaela (30)
Sementara itu, puluhan korban luka masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit. Beberapa di antaranya telah diperbolehkan pulang, sementara lainnya dirujuk ke fasilitas kesehatan berbeda untuk penanganan lanjutan.
Dampak kecelakaan ini turut mengganggu operasional KRL di lintas Bekasi–Cikarang. PT KAI menyatakan perjalanan KRL untuk sementara hanya dilayani hingga Stasiun Bekasi.
Pembatasan ini dilakukan guna mendukung proses evakuasi dan sterilisasi jalur rel di lokasi kejadian yang masih berlangsung.
Baca juga:
Dampak Insiden Tabrakan KA di Bekasi, Sejumlah Kereta Dibatalkan, Daop 5 Pastikan Refund 100%
“Penyesuaian operasional dilakukan demi keselamatan dan kelancaran proses evakuasi. Kami mengimbau pengguna untuk terus memantau informasi resmi terkait jadwal perjalanan,” tulis pihak KAI dalam keterangan resminya.
Hingga kini, petugas gabungan masih melakukan evakuasi serta pendataan korban di lokasi kejadian. Sementara itu, penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan juga tengah dilakukan untuk memastikan ada tidaknya unsur kelalaian. Masyarakat diimbau untuk menghindari area sekitar lokasi guna memperlancar proses penanganan serta memberikan ruang bagi tim evakuasi bekerja secara optimal.