Banner Utama

Bonus Fantastis Usai 135 Emas, Erick Thohir Siapkan Literasi Keuangan untuk Amankan Masa Depan Atlet Disabilitas

Olahraga
By Ariyani  —  On Feb 15, 2026
Caption Foto : Menpora Erick Thohir memberikan motivasi kepada atlet disabilitas, saat mengunjungi Paralympic Training Center di Karanganyar, Jawa Tengah. (Foto ; Dok. Kemenpora).

ORBIT-NEWS.COM, KARANGANYAR - Pemerintah tak ingin prestasi atlet disabilitas berhenti hanya pada gemuruh tepuk tangan dan seremoni kemenangan. Dalam kunjungannya ke Paralympic Training Center Indonesia di Karanganyar, Jawa Tengah, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir menegaskan komitmen baru: memastikan para peraih medali tidak hanya berjaya di arena, tetapi juga mapan secara finansial hingga masa pensiun.

Setelah sukses mengoleksi 135 medali emas pada Asean Para Games 2025, para atlet disabilitas Indonesia dipastikan akan menerima bonus dari pemerintah. Namun, menurut Erick, tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah bonus itu cair.

“Kami akan menghadirkan pendampingan literasi keuangan agar para atlet bisa menabung, berinvestasi, dan menata masa depan dengan baik,” janji Erick.

Ia menekankan bahwa bonus bernilai besar tidak boleh habis dalam waktu singkat tanpa perencanaan. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan dana apresiasi tersebut dapat diubah menjadi aset produktif, seperti investasi, usaha, atau instrumen keuangan jangka panjang yang menjamin kesejahteraan atlet di masa tua.

Program Literasi Keuangan

Baca juga: Salah Pilih Sepatu Olahraga Bisa Picu Cedera, Ini Panduan Menentukan yang Tepat

Program literasi keuangan ini dirancang sebagai bagian dari pembinaan holistik, bukan hanya fokus pada prestasi olahraga. Erick menilai, atlet, terutama atlet disabilitas, memiliki masa karier yang terbatas, sehingga perencanaan finansial menjadi krusial agar tidak mengalami kesulitan setelah pensiun dari dunia kompetisi.

Di sisi lain, euforia kemenangan tak membuat pemerintah lengah. Kemenpora langsung mengalihkan fokus ke agenda internasional berikutnya, yakni Asian Games dan Asian Para Games 2026 di Jepang. Program pemusatan latihan nasional (pelatnas) akan terus berjalan secara berkelanjutan, meski di tengah keterbatasan anggaran.

Erick mengungkapkan pihaknya terus melakukan koordinasi dan konsolidasi latihan bersama jajaran terkait. Evaluasi target dan kebutuhan pembinaan juga akan dibahas bersama National Paralympic Committee (NPC) Indonesia.

“Kami sudah menyisir anggaran. Meski ada efisiensi, Insya Allah persiapan tetap berjalan. Nanti kami akan duduk bersama NPC untuk menyepakati target dan melakukan evaluasi bersama,” jelasnya.

Baca juga: Tetap Bugar Selama Puasa, Ini Alasan Yoga Jadi Pilihan Olahraga yang Tepat

Langkah ini menunjukkan bahwa strategi pembinaan atlet Indonesia kini tidak hanya berorientasi pada jumlah medali, tetapi juga pada keberlanjutan karier dan kesejahteraan jangka panjang. Pemerintah ingin memastikan para pahlawan olahraga tidak hanya berdiri gagah di podium, tetapi juga kokoh dalam kehidupan setelah kompetisi usai.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: