Banner Utama

Pengguna Kereta Api di Daop 6 Yogyakarta Tembus 1 Juta Selama Nataru, Tiket Masih Tersedia Hingga 4 Januari

EKBIS
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Jan 02, 2026
Caption Foto: Penumpang memadati Stasiun Yogyakarta pada Jumat (2/1/2026). (Foto : Dok. Daop 6 Yogyakarta).

ORBIT-NEWS.COM, YOGYAKARTA — Tingginya mobilitas masyarakat pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mendorong lonjakan signifikan jumlah penumpang kereta api di wilayah PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta. Hingga Jumat, 2 Januari 2026, atau hari ke-16 pelaksanaan Angkutan Nataru, total pelanggan yang dilayani Daop 6 telah melampaui satu juta orang.

Secara kumulatif, KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 1.004.433 pelanggan menggunakan layanan kereta api selama periode tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 500.137 penumpang tercatat berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 6, sementara 504.296 penumpang lainnya tiba atau turun di stasiun-stasiun yang sama.

Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyebut capaian ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi utama saat musim liburan. Menurutnya, antusiasme penumpang masih berpotensi bertambah karena periode Angkutan Nataru masih menyisakan dua hari.

“Kepercayaan lebih dari satu juta pelanggan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Hingga 4 Januari 2026, masih tersedia 17.441 tiket keberangkatan dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 6 Yogyakarta,” ujar Feni.

Baca juga: Obligasi Jadi Primadona Investasi Milenial dan Gen Z, Ini Alasan dan Cara Memulainya

Dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya, kinerja angkutan penumpang tahun ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Pada Nataru 2024/2025, total penumpang yang dilayani Daop 6 tercatat sebanyak 895.262 orang. Artinya, terjadi kenaikan sekitar 12 persen pada Nataru tahun ini, baik untuk volume penumpang berangkat maupun kedatangan.

Untuk pantauan harian, pada Jumat (2/1) saja Daop 6 Yogyakarta melayani sekitar 62.150 pelanggan. Rinciannya, 33.949 penumpang berangkat dan 28.201 penumpang tiba di stasiun-stasiun wilayah Daop 6. Angka tersebut masih bersifat dinamis karena penjualan tiket berlangsung hingga menjelang keberangkatan kereta terakhir pada malam hari.

Caption : Caption Foto : Stasiun Yogyakarta. (Foto : Dok. Daop 6).

Stasiun Yogyakarta masih menjadi simpul pergerakan tertinggi dengan 15.957 penumpang berangkat dan 12.039 penumpang tiba. Disusul Stasiun Lempuyangan yang melayani 7.478 penumpang berangkat dan 6.029 penumpang tiba. Sementara itu, Stasiun Solobalapan mencatat 5.265 penumpang berangkat dan 5.414 penumpang tiba. Stasiun Klaten dan Wates juga turut menyumbang pergerakan penumpang, meski dengan volume yang lebih kecil.

KAI Daop 6 memastikan ketersediaan tiket masih cukup bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan hingga akhir masa liburan. Sejumlah relasi favorit seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, dan Semarang masih memiliki sisa tempat duduk. Beberapa kereta yang tiketnya masih tersedia antara lain KA Taksaka, Argo Dwipangga, Argo Lawu, Manahan, Sancaka, Lodaya Tambahan, serta sejumlah KA tambahan relasi Yogyakarta–Gambir.

Baca juga: Stasiun Purwokerto Jadi Panggung Budaya, Barongsai Meriahkan Libur Imlek

Selain itu, KAI juga mendorong calon penumpang memanfaatkan fitur Connecting Train melalui aplikasi Access by KAI sebagai alternatif perjalanan apabila tiket langsung pada relasi yang diinginkan telah habis. Pemesanan tiket dapat dilakukan melalui aplikasi resmi KAI maupun kanal eksternal yang telah bekerja sama.

Berdasarkan data okupansi, kereta dengan tingkat keterisian tertinggi selama periode Nataru di wilayah Daop 6 antara lain KA Joglosemarkerto, Sri Tanjung, Bengawan, Progo, dan Fajar Utama YK. Adapun tujuan favorit penumpang meliputi Stasiun Pasarsenen, Gambir, Surabaya Gubeng, Bandung, dan Malang.

KAI Daop 6 Yogyakarta juga kembali mengingatkan masyarakat untuk memperhitungkan waktu keberangkatan dari rumah menuju stasiun. Padatnya arus lalu lintas selama masa liburan berpotensi memengaruhi waktu tempuh, sehingga penumpang disarankan berangkat lebih awal agar tidak tertinggal kereta.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: