ORBIT-NEWS.COM, PURBALINGGA – Di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah Purbalingga, PT PLN (Persero) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat. Melalui PLN UP3 Purwokerto dan ULP Purbalingga, PLN bergerak cepat melakukan penanganan dan pemulihan jaringan listrik yang terdampak banjir dan longsor di Desa Serang, Sabtu (24/1/2026).
Hujan deras disertai petir menyebabkan sejumlah
gangguan pada sistem distribusi listrik. Hasil pengecekan di lapangan mencatat
adanya kerusakan pada 10 Jaringan Tegangan Menengah (JTM), dua Jaringan
Tegangan Rendah (JTR) yang ambrol, serta 10 tiang listrik yang tertimbun tanah
dan hanyut terbawa arus banjir.
Menanggapi kondisi tersebut, PLN langsung
menerjunkan tim teknik gabungan untuk melakukan pengamanan, perbaikan, dan
percepatan pemulihan pasokan listrik. Kerja cepat dan terukur ini membuahkan
hasil positif. Hingga saat ini, sekitar 80 persen suplai listrik di wilayah
Desa Blambangan, Gunung Malang, Kaliurip, dan Serang Bawah telah kembali
normal.
Tak hanya mengandalkan kekuatan internal, PLN
juga menjalin sinergi erat dengan berbagai pihak, termasuk Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga dan stakeholder terkait. Kolaborasi
ini menjadi kunci dalam mempercepat proses pelokalisiran gangguan sekaligus
memastikan keselamatan petugas dan masyarakat tetap terjaga.
Manager PLN UP3 Purwokerto, Firman Raharja,
menegaskan bahwa respons cepat terhadap gangguan kelistrikan akibat bencana
alam merupakan bentuk tanggung jawab PLN kepada masyarakat.
Baca juga: Obligasi Jadi Primadona Investasi Milenial dan Gen Z, Ini Alasan dan Cara Memulainya
“PLN bergerak cepat dan fokus mempercepat
pemulihan suplai listrik dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada di
wilayah terdampak banjir dan longsor. Keselamatan petugas dan masyarakat tetap
menjadi prioritas utama kami,” ujar Firman.
Kerahkan
Personil Gabungan
Sebanyak 37 personel dikerahkan dalam proses
pemulihan ini, melibatkan petugas dari ULP Purbalingga, Yantek, FSO, P2TL,
vendor, hingga dukungan dari ULP Purwokerto Kota, ULP Wonosobo, dan ULP
Banyumas. Soliditas tim menjadi modal utama PLN dalam menghadapi tantangan di
lapangan.
Baca juga: Keluhan Opsen PKB Menguat, Ketua DPRD Banyumas Dorong Kajian Menyeluruh dan Transparan
Firman juga mengapresiasi dukungan pemerintah
daerah dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses penanganan bencana
kelistrikan tersebut.
“Sinergi yang baik dengan BPBD dan stakeholder
terkait sangat membantu PLN dalam melakukan penanganan secara cepat, aman, dan
tepat sasaran, sehingga pasokan listrik masyarakat dapat segera kembali
normal,” imbuhnya.
Meski demikian, proses pemulihan masih terus
berlanjut. Akses di wilayah Gunung Malang yang masih tertutup material pasir
dan lumpur menjadi tantangan tersendiri, sehingga penanaman tiang dan perbaikan
konstruksi belum dapat dilakukan secara optimal. PLN ULP Purbalingga memastikan
upaya penormalan akan terus dilakukan hingga seluruh wilayah kembali menyala
100 persen.
Baca juga: Jaga Kekhusyukan Ramadan, Polresta Banyumas Tingkatkan Patroli di Jam Rawan
Sebagai bagian dari komitmen pelayanan, PLN juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan di wilayah terdampak banjir dan longsor. Apabila menemukan gangguan atau kondisi berbahaya, masyarakat dapat segera melapor melalui aplikasi PLN Mobile atau kanal resmi PLN lainnya.
Baca juga: Penataan Pasar Wage, Pedagang Jalan Vihara Sepakat Pindah, Soal Waktu Masih dalam Pembahasan
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.