ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Rencana penataan Pasar Wage di Purwokerto memasuki babak baru. Perwakilan pedagang yang selama ini berjualan di Jalan Vihara menyatakan kesediaannya untuk direlokasi ke dalam area pasar. Namun, waktu pelaksanaan pemindahan masih dalam pembahasan antara pemerintah daerah dan para pedagang.
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Banyumas, Gatot Eko Purwadi SE, menyampaikan bahwa kesepakatan prinsip telah tercapai usai dialog bersama perwakilan pedagang di DPRD Banyumas, Rabu (18/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, pedagang menyampaikan enam poin tuntutan yang pada dasarnya berkaitan dengan teknis relokasi dan waktu pelaksanaan.
“Pedagang Jalan Vihara sudah sepakat untuk dipindah ke dalam pasar. Namun mereka meminta agar relokasi dilakukan setelah Ramadan. Soal waktu ini akan kami bahas bersama tim, karena keputusan harus melalui pertimbangan bersama,” ungkapnya.
Penataan Pasar Wage dilakukan sebagai tindak lanjut atas banyaknya aduan masyarakat terkait fungsi Jalan Vihara yang selama ini dipenuhi lapak pedagang. Kondisi tersebut kerap menimbulkan kemacetan dan mengganggu akses lalu lintas di sekitar kawasan pasar.
Baca juga:
Jalur Semarang–Purwodadi Putus Total, Polisi Terapkan Pengalihan Arus dan Siaga Penuh di Grobogan
Menurut Gatot, apabila seluruh pedagang telah menempati kios di dalam pasar, akses jalan akan lebih tertata dan arus pembeli akan terpusat di dalam area pasar. Hal ini diharapkan dapat menciptakan suasana belanja yang lebih nyaman sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi pedagang secara merata.
“Kami juga menerima masukan dari pedagang di dalam pasar yang berharap bisa menjalani Ramadan dan Lebaran dengan tenang. Setelah seluruh pedagang berada di dalam, akses masuk akan bersih dan aktivitas jual beli lebih terfokus,” jelasnya.
Dorong Pasar Wage Jadi Ikon Ekonomi
Ketua DPRD Banyumas, Agus Priyanggodo mengatakan, para pedagang sebenarnya sudah bisa menerima penataan Pasar Wage. Mereka juga memahami target Pemkab Banyumas untuk menjadikan Pasar Wage sebagai ikon perkembangan ekonomi Purwokerto yang tertib, representatif, dan mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern.
“Pada dasarnya semua mempunya itikad yang sama, hanya eksekusi nanti harus dirumuskan dengan bijak. Para pedagang Jalan Vihara juga membuka ruang dialog,” tuturnya.
Baca juga:
532 Warga Brebes Terdampak Tanah Gerak, Pemprov Jateng Percepat Relokasi dan Pembangunan Huntara
Sementara itu, perwakilan pedagang Jalan Vihara, Nada Pratikno, menuturkan bahwa para pedagang tidak menolak relokasi. Mereka hanya berharap diberi kesempatan untuk tetap berjualan hingga Ramadan berakhir agar dapat menyambut Lebaran dengan kondisi ekonomi yang lebih stabil.
“Ini hanya soal waktu. Kami ingin bisa berjualan sampai Ramadan selesai, setelah itu kami siap pindah ke dalam,” ujarnya.
Dengan adanya kesepahaman ini, penataan Pasar Wage diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan kemacetan dan ketertiban kota, tetapi juga menjadi momentum pembenahan pasar tradisional agar lebih tertata, nyaman, dan berdaya saing.