ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Investasi kini menjadi pilihan populer bagi banyak orang untuk mencapai tujuan finansial, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang. Dibanding menabung, investasi menawarkan potensi keuntungan lebih besar dan pertumbuhan nilai uang seiring waktu. Namun, di balik peluang itu, ada risiko terjerumus pada investasi ilegal atau bodong yang menjanjikan keuntungan tinggi dengan risiko minimal.
Supaya tidak menjadi korban, berikut panduan lengkap mengenali investasi legal dan menghindari jebakan bodong:
1. Cek Lisensi dan Regulasi
Setiap investasi legal harus terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan memiliki izin resmi untuk beroperasi. Pastikan kamu memeriksa nomor lisensi dan keasliannya melalui situs resmi OJK sebelum menanam modal.
2. Telusuri Profil Perusahaan
Baca juga: Obligasi Jadi Primadona Investasi Milenial dan Gen Z, Ini Alasan dan Cara Memulainya
Perusahaan investasi resmi memiliki riwayat jelas, laporan keuangan transparan, dan informasi produk yang bisa diverifikasi. Jika profil perusahaan sulit dicari atau tidak transparan, itu bisa jadi tanda investasi ilegal.
3. Waspadai Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko
Prinsip dasar investasi adalah high risk, high return. Tawaran imbal hasil besar dengan risiko nyaris nol hampir pasti jebakan. Investor harus realistis dan menilai proporsi risiko dan keuntungan sebelum ikut serta.
4. Pahami Seluruh Poin Kontrak
Sebelum menandatangani kontrak, baca dengan seksama semua detailnya: risiko, mekanisme investasi, dan hak-hak investor. Kontrak samar atau ambigu bisa menjadi tanda investasi ilegal.
Baca juga: ParagonCorp Perluas Akses Pengembangan Kepemimpinan Mahasiswa Lewat Novo Club Batch 4
5. Tahu Sumber Dana dan Penggunaannya
Perusahaan legal selalu transparan mengenai dari mana dana berasal dan bagaimana penggunaannya. Sebaliknya, investasi bodong jarang memberikan informasi rinci, sehingga investor tak tahu ke mana uang mereka mengalir.
6. Hati-hati Skema Ponzi dan Piramida
Modus Ponzi atau piramida mengandalkan perekrutan anggota baru untuk membayar keuntungan investor lama. Jika keuntungan investasi bergantung pada anggota baru, bukan dari aktivitas usaha nyata, itu jelas ilegal.
7. Gunakan Sumber Terpercaya
Baca juga: Ubah Waktu Luang Jadi Cuan: Empat Cara Cerdas Menambah Penghasilan Tanpa Tinggalkan Aktivitas Utama
Informasi dari laporan keuangan, ulasan pengguna, atau penasihat keuangan bersertifikat (Certified Financial Planner/CFP) dapat menjadi rujukan untuk menilai kredibilitas investasi. Jangan hanya percaya janji manis tanpa verifikasi.
8. Periksa Risiko dan Imbal Hasil
Investasi legal biasanya menawarkan imbal hasil yang realistis sebanding dengan risiko. Tawaran “menguntungkan tanpa risiko” adalah bendera merah. Evaluasi setiap peluang investasi dengan cermat.
Menjadi investor cerdas bukan hanya soal mencari keuntungan besar, tapi juga melindungi modal dari jebakan ilegal. Dengan memahami lisensi, profil perusahaan, risiko, dan transparansi, kamu bisa menanam modal dengan aman sambil tetap mengejar pertumbuhan finansial.
Baca juga: Stasiun Purwokerto Jadi Panggung Budaya, Barongsai Meriahkan Libur Imlek
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.