ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Anggapan bahwa konsumsi kacang dapat menyebabkan jerawat masih banyak dipercaya masyarakat. Kalimat seperti “jangan kebanyakan makan kacang, nanti jerawatan” kerap menjadi nasihat turun-temurun yang membuat sebagian orang ragu menikmati camilan satu ini. Namun, benarkah kacang menjadi pemicu utama munculnya jerawat?
Jerawat merupakan gangguan kulit yang umum dialami siapa saja, baik pria maupun wanita. Masalah ini sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan berdampak pada kepercayaan diri. Tak heran jika banyak orang berusaha menghindari berbagai hal yang diyakini dapat memicu jerawat, termasuk jenis makanan tertentu.
Secara medis, jerawat muncul ketika pori-pori kulit tersumbat oleh minyak berlebih, sel kulit mati, debu, atau kotoran, kemudian terinfeksi bakteri. Proses ini memicu peradangan yang ditandai dengan bintik hitam atau putih, kemerahan, hingga pembengkakan. Jerawat paling sering muncul di area wajah, dahi, dada, punggung, dan bahu.
Kacang kerap disalahkan karena kandungan lemaknya yang cukup tinggi. Padahal, sebagian besar lemak dalam kacang merupakan lemak tak jenuh atau lemak baik yang justru bermanfaat bagi tubuh. Lemak tersebut tidak serta-merta menumpuk di kulit atau menyumbat pori-pori sehingga menyebabkan jerawat.
Bahkan, kacang sebenarnya bisa memberikan manfaat bagi kesehatan kulit. Kandungan antioksidan, vitamin E, dan selenium di dalamnya berperan melindungi sel-sel kulit dari kerusakan serta membantu menurunkan risiko infeksi bakteri penyebab jerawat. Dengan kata lain, kacang bukanlah makanan yang perlu dihindari saat sedang berjerawat, asalkan dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Baca juga: Sering Berminyak dan Berjerawat? Ini 8 Pemicu Kulit Wajah Terlihat Mengilap yang Kerap Diabaikan
Sebaliknya, ada beberapa jenis makanan yang justru lebih berpotensi memicu timbulnya jerawat. Makanan dan minuman dengan kandungan gula tinggi, misalnya, dapat meningkatkan kadar insulin dan hormon androgen dalam tubuh. Kondisi ini dapat merangsang kelenjar minyak memproduksi sebum berlebih, yang akhirnya memicu jerawat.
Selain itu, konsumsi susu dan produk olahannya seperti keju dan es krim secara berlebihan juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko jerawat. Begitu pula dengan makanan berminyak yang mengandung lemak dan garam tinggi, yang dapat memperburuk kondisi kulit jika dikonsumsi terlalu sering.
Dengan memahami faktor-faktor penyebab jerawat secara tepat, masyarakat diharapkan tidak lagi mudah percaya pada mitos seputar makanan. Pola makan seimbang, perawatan kulit yang baik, serta gaya hidup sehat tetap menjadi kunci utama untuk menjaga kulit tetap bersih dan sehat.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.