ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Berolahraga memang menyehatkan, tetapi jika dilakukan tanpa memperhatikan kondisi tubuh dan lingkungan, aktivitas fisik justru bisa berujung bahaya. Salah satu risiko yang kerap terjadi, terutama saat cuaca panas, adalah overheat atau hipertemia.
Overheat merupakan kondisi ketika suhu tubuh meningkat melebihi batas normal. Pada orang sehat, suhu tubuh umumnya berada di kisaran 36,5–37,2 derajat Celsius. Namun, dalam kondisi overheat, suhu tubuh dapat melonjak hingga mencapai 40 derajat Celsius. Situasi ini sering ditandai dengan tubuh terasa sangat panas, lemas, pusing, hingga mual saat atau setelah berolahraga.
Peningkatan suhu tubuh secara ekstrem dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari cuaca panas, kurangnya asupan cairan, aktivitas fisik yang terlalu berat, hingga gangguan mekanisme tubuh dalam mengatur suhu. Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti diuretik dan antipsikotik, juga dapat meningkatkan risiko terjadinya overheat.
Jika tidak segera ditangani, overheat berpotensi berkembang menjadi heatstroke, kondisi darurat medis yang ditandai dengan suhu tubuh terus meningkat, kulit terasa panas dan kering tanpa keringat, kejang, hingga penurunan kesadaran. Heatstroke bahkan dapat mengancam nyawa.
Untuk mengurangi risiko overheat dan cedera saat berolahraga, para ahli kesehatan menyarankan sejumlah langkah pencegahan. Salah satunya adalah melakukan pemanasan dan pendinginan secara benar. Pemanasan membantu mempersiapkan otot, sendi, dan aliran darah sebelum aktivitas berat, sementara pendinginan berfungsi menurunkan suhu tubuh secara bertahap dan mencegah kekakuan otot.
Baca juga: Diet Raw Food Kian Populer, Tren Makan Tanpa Masak yang Diklaim Lebih Sehat
Selain itu, penting untuk mendengarkan sinyal tubuh. Ketika rasa lelah mulai muncul, disarankan untuk beristirahat dan tidak memaksakan latihan. Memenuhi kebutuhan cairan juga menjadi faktor krusial, mengingat tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat selama berolahraga.
Pemilihan waktu dan kondisi lingkungan turut berperan. Olahraga di luar ruangan sebaiknya dilakukan saat cuaca lebih sejuk, seperti pagi atau sore hari. Jika terpaksa beraktivitas di bawah terik matahari, penggunaan pakaian yang longgar, menyerap keringat, serta perlindungan tambahan seperti topi dan tabir surya sangat dianjurkan.
Untuk membantu menjaga kenyamanan tubuh, penggunaan gel atau krim dengan kandungan mentol dapat memberikan sensasi dingin sementara. Sementara itu, jika muncul keluhan seperti kram atau nyeri otot akibat kepanasan, langkah awal yang perlu dilakukan adalah menghentikan aktivitas, melakukan pendinginan, dan beristirahat hingga kondisi membaik.
Tak kalah penting, kondisi fisik juga perlu diperhatikan sebelum berolahraga. Saat tubuh sedang kurang fit atau memiliki riwayat penyakit tertentu yang memengaruhi kemampuan mengatur suhu tubuh, aktivitas fisik sebaiknya disesuaikan. Olahraga ringan di dalam ruangan, seperti yoga atau pilates, dapat menjadi alternatif yang lebih aman.
Baca juga: Kenali Zona Detak Jantung Saat Olahraga, Kunci Latihan Aman dan Efektif
Dengan memahami risiko overheat dan menerapkan langkah pencegahan yang tepat, olahraga dapat tetap memberikan manfaat optimal tanpa membahayakan kesehatan.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.