Banner Utama

Kenali Zona Detak Jantung Saat Olahraga, Kunci Latihan Aman dan Efektif

Kesehatan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Feb 17, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Detak jantung bukan sekadar angka di layar jam pintar. Angka tersebut menjadi indikator penting untuk mengetahui seberapa keras tubuh bekerja saat berolahraga. Ketika aktivitas fisik meningkat, jantung otomatis berdetak lebih cepat guna memompa darah dan menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh. Respons ini normal dan justru menandakan sistem kardiovaskular bekerja optimal.

Namun, peningkatan detak jantung yang melampaui batas aman bisa berdampak sebaliknya. Latihan yang terlalu berat tanpa kontrol berisiko memicu cedera otot dan sendi, gangguan pernapasan, hingga kelelahan berlebih. Karena itu, memahami rentang detak jantung sesuai usia menjadi langkah penting untuk menjaga latihan tetap aman dan efektif.

Detak jantung saat olahraga umumnya dibagi menjadi dua zona:

Berikut kisaran detak jantung normal saat berolahraga berdasarkan usia:

Rentang tersebut menunjukkan bahwa semakin bertambah usia, batas maksimal detak jantung cenderung menurun. Selain melihat panduan usia, batas maksimal detak jantung juga bisa dihitung dengan rumus sederhana: 220 – usia = perkiraan detak jantung maksimal

Sebagai contoh, seseorang berusia 40 tahun memiliki perkiraan detak jantung maksimal sekitar 180 detak per menit. Meski demikian, angka ini hanya estimasi umum. Kondisi fisik, riwayat penyakit, dan tingkat kebugaran juga memengaruhi hasilnya.

Bagi individu dengan penyakit jantung, hipertensi, atau gangguan kesehatan tertentu, konsultasi dengan tenaga medis sangat disarankan sebelum menentukan target latihan. Bagi pemula, latihan sebaiknya diawali dengan intensitas ringan agar tubuh beradaptasi secara bertahap. Peningkatan durasi dan intensitas sebaiknya dilakukan perlahan sesuai kemampuan. Menggunakan alat pemantau detak jantung dapat membantu mengontrol zona latihan agar tetap berada dalam batas aman.

Baca juga: Dorong Digitalisasi Layanan Kesehatan, BURT DPR RI Usulkan Integrasi Data Jasindo dan RS Kasih Ibu Solo

Selain intensitas, frekuensi olahraga juga berperan penting. Latihan rutin dengan porsi terukur lebih efektif menjaga kebugaran jantung dibanding olahraga berat yang dilakukan sesekali.

Memahami detak jantung saat olahraga membantu seseorang menentukan jenis dan porsi latihan yang tepat. Dengan kontrol yang baik, olahraga tidak hanya meningkatkan kebugaran, tetapi juga meminimalkan risiko cedera dan gangguan kesehatan.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: