Banner Utama

Unsoed Turun Tangan Tangani Dampak Banjir dan Longsor di Serang, Layanan Kesehatan hingga Kajian Risiko Bencana Digelar

Banyumas Raya Pendidikan
By Hermiana  —  On Feb 02, 2026
Caption Foto : Tim Kesiagaan Bencana, Unsoed menyelenggarakan pelayanan medis untuk warga terdampak bencana di Purbalingga. (Foto : Dok. Unsoed).

ORBIT-NEWS.COM, PURBALINGGA — Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mengambil peran aktif dalam penanganan dampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Tak sekadar memberikan bantuan darurat, Unsoed menghadirkan layanan kesehatan terpadu, pendampingan psikologis, hingga kajian ilmiah untuk memetakan risiko bencana lanjutan.

Melalui Tim Kesiagaan Bencana, Unsoed menyelenggarakan pelayanan medis bagi sedikitnya 310 warga terdampak. Layanan ini mencakup skrining kesehatan umum, pemeriksaan dan tindakan medis oleh dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, serta pemberian obat-obatan secara gratis.

Koordinator kegiatan medis, dr. Muhammad Zaenuri Syamsu Hidayat menjelaskan, bahwa intervensi kesehatan dilakukan sebagai langkah preventif terhadap potensi penyakit pascabencana. Menurutnya, kondisi pengungsian yang padat dan keterbatasan fasilitas sanitasi dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.

“Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan. Penyakit kulit dan gangguan pernapasan kerap muncul setelah bencana. Karena itu, skrining kesehatan dan layanan medis menjadi sangat penting,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada kesehatan fisik, Unsoed juga melakukan asesmen psikologis untuk mengidentifikasi tingkat trauma warga terdampak. Layanan trauma healing diberikan secara bertahap sesuai kebutuhan, sebagai upaya memulihkan kondisi mental masyarakat pascabencana.

Baca juga: ParagonCorp Perluas Akses Pengembangan Kepemimpinan Mahasiswa Lewat Novo Club Batch 4

Sebagai bagian dari dukungan kemanusiaan, tim turut menyalurkan bantuan logistik berupa 360 paket makanan bergizi, 300 paket perlengkapan kebersihan diri, obat-obatan, serta kebutuhan khusus bagi perempuan. Kehadiran tim medis disambut antusias oleh warga yang memanfaatkan layanan kesehatan dan pendampingan psikososial tersebut.

Tim yang diterjunkan melibatkan tenaga lintas disiplin, mulai dari dokter muda, dokter umum, dokter spesialis, psikolog, hingga dokter gigi. Seluruh kegiatan medis dikoordinasikan oleh dr. Lily Kusumasita Burkon dengan dukungan tenaga profesional dari berbagai bidang, termasuk RS Gigi dan Mulut Unsoed.

Aksi kemanusiaan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Kedokteran Unsoed (IDAU), Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Undip, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Purbalingga, serta mitra swasta dan pelaku UMKM lokal.

Survei Titik Longsor

Di hari yang sama, Tim Kesiagaan Bencana Unsoed melakukan survei lapangan di sejumlah titik longsor dan banjir. Survei ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab bencana serta memetakan potensi risiko susulan. Kajian awal yang melibatkan ahli ilmu tanah, geologi, dan geofisika tersebut kemudian dipaparkan dalam forum bersama unsur Forkopimda Kabupaten Purbalingga.

Baca juga: Keluhan Opsen PKB Menguat, Ketua DPRD Banyumas Dorong Kajian Menyeluruh dan Transparan

Hasil observasi sementara dibahas bersama Komandan Kodim 0702/Purbalingga Letkol Inf Untung Iswahyudi, jajaran pemerintah daerah, Asisten II Sekda Kabupaten Purbalingga, serta BPBD Kabupaten Purbalingga sebagai dasar perumusan langkah mitigasi ke depan.

Ketua Tim Kesiagaan Bencana Unsoed, Dr. Dyah Susanti menyampaikan, bahwa kajian kebencanaan akan terus dilanjutkan dalam kurun waktu satu bulan ke depan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar ilmiah dalam mendukung upaya mitigasi dan pemulihan wilayah terdampak.

“Unsoed berkomitmen memberikan kontribusi keilmuan melalui riset kebencanaan, baik pada fase mitigasi, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana melalui pengabdian kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi pentahelix antara akademisi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media menjadi kunci untuk mempercepat penanganan bencana serta meminimalkan risiko jika terjadi bencana susulan.

Baca juga: Jaga Kekhusyukan Ramadan, Polresta Banyumas Tingkatkan Patroli di Jam Rawan

Kehadiran Unsoed di Desa Serang tidak hanya mencerminkan kepedulian kemanusiaan, tetapi juga peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui pendekatan kesehatan, pemulihan psikososial, dan mitigasi bencana berbasis riset.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: