ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat proses relokasi ribuan warga terdampak tanah gerak di Kabupaten Tegal. Sebagai langkah awal, pemerintah melakukan kajian geologi menyeluruh terhadap sejumlah lahan calon hunian sementara (huntara) untuk memastikan keamanan dan kelayakan sebelum pembangunan dimulai.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, Agus Sugiharto, menjelaskan, asesmen geologi ini mencakup empat lokasi, termasuk tiga lahan baru dan satu area pondok pesantren eksisting milik Perhutani yang akan dijadikan tempat relokasi.
“Penilaian stabilitas tanah menjadi prioritas utama kami. Luasan tiap lokasi berbeda, mulai dari 3,2 hingga 10 hektare, dan proses kajian ini diperkirakan memakan waktu tiga hari,” ungkap Agus, Selasa (10/2/2026).
Kajian ini merupakan tindak lanjut arahan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, yang meninjau lokasi bencana pekan lalu. Selain itu, upaya ini juga menjawab permohonan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tegal untuk memastikan relokasi dilakukan di lokasi yang aman.
Lebih dari 2.000 Jiwa Terdampak
Baca juga: Jalur Semarang–Purwodadi Putus Total, Polisi Terapkan Pengalihan Arus dan Siaga Penuh di Grobogan
Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas C. Penanggungan, menyebut hingga kini terdapat 596 kepala keluarga atau lebih dari 2.000 jiwa yang terdampak dan tersebar di sembilan titik pengungsian. Layanan kebutuhan dasar, termasuk empat dapur umum, terus berjalan untuk menjamin kesejahteraan pengungsi.
“Proses relokasi akan dilakukan bertahap setelah rekomendasi kesiapan lahan diterbitkan. Kami juga telah menyiapkan koordinasi lintas perangkat daerah dan alat berat untuk persiapan land clearing agar pembangunan huntara bisa segera dimulai,” jelas Bergas.
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, relokasi ini merupakan langkah krusial untuk keselamatan warga. Pemerintah berkomitmen menyediakan hunian sementara hingga hunian tetap lengkap dengan sertifikat kepemilikan, sehingga warga tidak perlu khawatir soal kepastian hak tanah mereka.
“Setiap warga akan mendapatkan rumah berikut sertifikatnya. Keselamatan dan hak-hak warga tetap menjadi prioritas utama kami,” kata Luthfi.
Baca juga: 532 Warga Brebes Terdampak Tanah Gerak, Pemprov Jateng Percepat Relokasi dan Pembangunan Huntara
Relokasi ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang, mengurangi risiko bencana susulan, sekaligus memberikan kepastian hunian yang layak bagi masyarakat terdampak tanah gerak di Tegal.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.