Banner Utama

Temu Ireng, Herbal Tradisional yang Disebut Punya Potensi Atasi Kebotakan hingga Radang Usus

Kesehatan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Jan 20, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Meski belum sepopuler jahe atau kunyit, temu ireng mulai menarik perhatian karena dinilai menyimpan potensi besar bagi kesehatan. Tanaman herbal yang sejak lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional ini disebut memiliki beragam khasiat, mulai dari perawatan rambut hingga membantu meredakan peradangan di dalam tubuh.

Temu ireng merupakan tanaman rimpang yang banyak ditemukan di kawasan Asia, termasuk Indonesia. Secara fisik, rimpangnya berwarna putih kebiruan dengan aroma khas menyerupai jahe dan cita rasa pahit. Karakter tersebut membuat temu ireng tak hanya digunakan sebagai ramuan obat tradisional, tetapi juga dimanfaatkan sebagai penambah rasa dan pewarna alami dalam olahan makanan tertentu.

Dari sisi kandungan, temu ireng mengandung karbohidrat, protein, dan serat, serta diperkaya senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, terpenoid, tanin, dan polifenol. Kombinasi senyawa ini dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang berperan melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Sejumlah penelitian awal juga menyebutkan temu ireng memiliki efek antimikroba, antiradang, antiasma, bahkan berpotensi antikanker.

Beragam Potensi Manfaat Temu Ireng

Berbagai kandungan tersebut mendorong para peneliti menelaah manfaat temu ireng bagi kesehatan. Salah satu yang cukup banyak dibahas adalah kemampuannya dalam membantu mengatasi kebotakan. Studi menunjukkan bahwa ekstrak temu ireng yang dioleskan pada kulit kepala dapat merangsang pertumbuhan rambut, khususnya pada kasus alopecia androgenik. Namun menariknya, penelitian lain justru menemukan losion berbahan temu ireng dapat menghambat pertumbuhan rambut di area ketiak sekaligus membantu mencerahkan kulit. Perbedaan efek ini masih menjadi bahan kajian lebih lanjut.

Baca juga: Diet Raw Food Kian Populer, Tren Makan Tanpa Masak yang Diklaim Lebih Sehat

Selain itu, temu ireng juga disebut berpotensi membantu meredakan asma. Berdasarkan penelitian pada hewan, tanaman ini memiliki efek spasmolitik yang mampu merelaksasi otot polos pada saluran pernapasan, sehingga membantu melonggarkan jalan napas. Meski hasilnya menjanjikan, para ahli menegaskan perlunya uji klinis pada manusia untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.

Manfaat lain yang tak kalah penting adalah kemampuannya dalam mencegah infeksi kulit. Minyak esensial dari temu ireng diketahui memiliki sifat antibakteri, termasuk terhadap bakteri Staphylococcus aureus yang kerap menjadi penyebab infeksi kulit. Tak hanya itu, kandungan antioksidan yang tinggi juga membuat temu ireng diduga bermanfaat dalam membantu meredakan radang usus, kondisi yang sering ditandai dengan nyeri perut, diare berkepanjangan, dan perut kembung.

Meski menyimpan potensi besar, para ahli mengingatkan agar masyarakat tidak serta-merta menjadikan temu ireng sebagai pengobatan utama. Sebagian besar manfaat yang diketahui saat ini masih berasal dari penelitian laboratorium dan uji pada hewan. Data mengenai dosis aman, efek samping, serta interaksi dengan obat lain juga masih sangat terbatas.

Oleh karena itu, penggunaan temu ireng sebaiknya dilakukan secara bijak dan tidak menggantikan pengobatan medis. Konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap diperlukan, terutama bagi penderita penyakit tertentu atau mereka yang ingin mengonsumsi temu ireng dalam bentuk suplemen.

Baca juga: Kenali Zona Detak Jantung Saat Olahraga, Kunci Latihan Aman dan Efektif

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: