ORBIT-NEWS.COM, PURBALINGGA – Kabupaten Purbalingga kembali menambah daftar destinasi wisatanya. Kali ini, Desa Kramat, Kecamatan Karangmoncol, resmi memperkenalkan Wisata Taman Cempulutan sebagai kawasan rekreasi alam terpadu yang dirancang untuk semua kalangan. Destinasi ini dikelola langsung oleh BUMDes Krida Mukti dan diproyeksikan menjadi motor baru penggerak ekonomi desa.
Taman Cempulutan dikembangkan dengan konsep wisata ramah keluarga yang memadukan keindahan alam, fasilitas rekreasi, serta ruang aktivitas sosial masyarakat. Di dalam kawasan wisata, pengunjung dapat menikmati kolam renang anak, taman bermain terbuka, gazebo untuk bersantai, musala, aula serbaguna, hingga area camping ground yang menyatu dengan alam sekitar.
Direktur BUMDes Krida Mukti, Musodik, menjelaskan bahwa keunggulan utama Taman Cempulutan terletak pada pemanfaatan potensi alam lokal. Kolam renang di kawasan ini menggunakan sumber air alami dari Sungai Singa yang mengalir di wilayah Desa Kramat, sehingga memberikan sensasi air segar dan alami bagi pengunjung.
“Dengan tiket masuk hanya Rp5.000, pengunjung sudah bisa menikmati seluruh fasilitas utama tanpa biaya tambahan. Kami ingin wisata ini terjangkau dan bisa dinikmati semua lapisan masyarakat,” ungkap Musodik.
Sementara itu, bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman bermalam di alam terbuka, pengelola menyediakan camping ground lengkap dengan fasilitas penunjang, termasuk penyewaan tenda. Skema ini diharapkan dapat menarik komunitas, pelajar, maupun keluarga yang ingin menggelar kegiatan luar ruang.
Lebih dari sekadar tempat rekreasi, Taman Cempulutan juga membawa misi pemberdayaan ekonomi lokal. Seluruh pembangunan kawasan wisata ini bersumber dari penyertaan modal desa, sebagai bentuk komitmen pemerintah desa dalam mengoptimalkan potensi wilayah. Keberadaannya diharapkan mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan BUMDes, serta mendorong tumbuhnya usaha mikro masyarakat sekitar.
Pengalaman wisata di Taman Cempulutan juga dilengkapi dengan sentuhan khas desa, salah satunya melalui sajian Kopi Sigotak, kopi robusta unggulan Desa Kramat. Kopi ini dikenal memiliki aroma kuat dan cita rasa khas, sekaligus menjadi produk kebanggaan desa yang kini ikut dipromosikan melalui sektor pariwisata.
Kepala Desa Kramat, Jarwani, menuturkan bahwa pengembangan Taman Cempulutan merupakan langkah awal dalam membangun ekosistem wisata berbasis alam dan konservasi. Menurutnya, kawasan ini dirancang agar terhubung dengan potensi wisata lain di sekitarnya, seperti Bukit Siregol yang berada di antara Desa Kramat dan Desa Sirau.
Baca juga: Prambanan Shiva Festival: Dari Ritual Sakral ke Magnet Wisata Budaya Internasional
“Harapan kami, Taman Cempulutan menjadi pintu masuk lahirnya destinasi-destinasi pendukung yang memperkuat konsep wisata konservasi Sigotak atau Siregol Argo Buthak,” jelas Jarwani.
Keterhubungan antar destinasi tersebut memungkinkan wisatawan untuk menikmati beragam pilihan, mulai dari wisata alam, petualangan, edukasi lingkungan, hingga panorama perbukitan, aliran sungai, dan curug yang masih alami. Dengan konsep ini, wisatawan didorong untuk tinggal lebih lama dan mengeksplorasi potensi Desa Kramat secara menyeluruh.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, Sumarsono, mengapresiasi hadirnya destinasi wisata baru tersebut. Ia menekankan pentingnya penerapan standar keselamatan, terutama pada wahana kolam renang.
“Keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas, seperti ketersediaan lifeguard, pelampung, serta petugas yang selalu siaga,” tegasnya.
Selain itu, Sumarsono mendorong pengelola untuk menerapkan prinsip Sapta Pesona agar wisatawan merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pengalaman yang berkesan. Ia juga menyarankan penataan area UMKM secara rapi serta inovasi berkelanjutan seiring meningkatnya jumlah kunjungan.
Baca juga: Sejuknya Liburan Keluarga di Hutan Pinus Limpakuwus, Oase Alam di Lereng Gunung Slamet
Dengan fasilitas yang terus dikembangkan, keindahan alam yang masih asri, serta keterlibatan aktif masyarakat desa, Taman Cempulutan diharapkan mampu menjadi destinasi unggulan baru di Purbalingga. Tidak hanya sebagai tempat berlibur, kawasan ini juga diproyeksikan menjadi ruang edukasi lingkungan dan simbol kebangkitan ekonomi desa berbasis potensi lokal.