Banner Utama

Mengenal Diet Karbo: Manfaat, Dampak bagi Tubuh, dan Batas Aman Menjalankannya

Kesehatan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Feb 02, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Diet rendah karbohidrat atau diet karbo belakangan semakin diminati sebagai strategi menurunkan berat badan. Pola makan ini menitikberatkan pada pembatasan asupan karbohidrat dan menggantinya dengan sumber protein serta lemak sehat. Meski dinilai efektif, para ahli mengingatkan bahwa diet ini tetap memiliki sisi risiko jika dilakukan tanpa perencanaan yang tepat.

Dalam praktiknya, diet karbo mengurangi konsumsi makanan tinggi karbohidrat seperti nasi, roti, pasta, sereal, serta beberapa jenis buah dan sayuran berpati. Sebagai gantinya, pelaku diet dianjurkan memperbanyak asupan protein seperti telur, ikan, makanan laut, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.

Jika dijalani secara benar dan terkontrol, diet ini tidak hanya berdampak pada penurunan berat badan, tetapi juga membawa sejumlah manfaat kesehatan.

Salah satu manfaat utama diet rendah karbo adalah membantu mengontrol kadar gula darah. Makanan berkarbohidrat sederhana diketahui memiliki indeks glikemik tinggi yang dapat memicu lonjakan gula darah. Dengan mengurangi asupannya, kadar gula darah menjadi lebih stabil, sehingga diet ini kerap dianggap membantu penderita diabetes dalam mengelola kondisi mereka.

Selain itu, pembatasan karbohidrat juga mendorong tubuh memasuki fase ketosis, yakni kondisi ketika tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi utama. Proses ini membuat pembakaran lemak berlangsung lebih cepat, yang pada akhirnya berkontribusi pada penurunan berat badan.

Baca juga: Diet Raw Food Kian Populer, Tren Makan Tanpa Masak yang Diklaim Lebih Sehat

Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa diet karbo berpotensi mendukung kesehatan jantung dengan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan risiko sindrom metabolik, tekanan darah tinggi, serta penyakit kardiovaskular. Namun demikian, klaim ini masih membutuhkan penelitian lanjutan untuk memastikan manfaat jangka panjangnya.

Di balik manfaat tersebut, diet karbo tidak lepas dari sejumlah kekurangan. Karbohidrat sejatinya merupakan sumber energi utama tubuh. Ketika asupannya dikurangi secara drastis, tubuh dapat bereaksi dengan berbagai efek samping, mulai dari mudah lelah, sakit kepala, hingga gangguan pencernaan seperti sembelit atau diare.

Risiko lain yang perlu diperhatikan adalah potensi kekurangan vitamin dan mineral, terutama jika diet dilakukan dengan menghindari kelompok makanan sehat seperti biji-bijian, buah, dan sayuran. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko tulang keropos, gangguan pencernaan, hingga penyakit kronis lainnya.

Para ahli juga menegaskan bahwa diet karbo tidak dianjurkan bagi ibu hamil karena dapat membahayakan pertumbuhan dan perkembangan janin.

Baca juga: Kenali Zona Detak Jantung Saat Olahraga, Kunci Latihan Aman dan Efektif

Secara umum, diet rendah karbo dinilai relatif aman jika dilakukan dalam jangka pendek dan di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Namun, penerapannya dalam jangka panjang perlu dipertimbangkan secara matang agar tidak mengorbankan keseimbangan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: