ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Maag akut atau gastritis akut merupakan kondisi peradangan pada lapisan lambung yang muncul secara tiba-tiba dan sering kali menimbulkan nyeri di bagian perut. Meski keluhan ini umumnya bersifat sementara, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa maag akut yang dibiarkan berulang tanpa penanganan dapat meningkatkan risiko gangguan lambung yang lebih berat, termasuk kanker lambung.
Dalam dunia medis, istilah “akut” merujuk pada keluhan yang muncul mendadak dan memburuk dalam waktu singkat. Maag akut terjadi ketika lapisan pelindung lambung mengalami kerusakan, sehingga asam lambung mengiritasi jaringan di bawahnya. Kondisi ini juga dapat terjadi pada penderita penyakit lambung kronis yang sebelumnya stabil, lalu kambuh secara tiba-tiba.
Penyebab maag akut cukup beragam. Salah satu faktor utama adalah infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori), bakteri yang hidup di saluran cerna dan dapat memicu peradangan kronis pada lambung.
Selain itu, penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dan kortikosteroid, juga kerap menjadi pemicu. Obat-obatan ini diketahui memiliki efek samping yang dapat mengiritasi saluran pencernaan, terutama jika dikonsumsi dalam jangka panjang atau tanpa pengawasan medis.
Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan turut berkontribusi terhadap terjadinya maag akut karena alkohol dapat merusak lapisan pelindung lambung. Di luar faktor tersebut, beberapa kondisi medis yang lebih jarang, seperti penyakit autoimun, infeksi virus, gagal ginjal, penyakit Crohn, hingga sarcoidosis, juga dapat memicu peradangan lambung.
Baca juga: Diet Raw Food Kian Populer, Tren Makan Tanpa Masak yang Diklaim Lebih Sehat
Tak kalah penting, faktor psikologis seperti stres berkepanjangan turut berperan. Stres dapat meningkatkan produksi asam lambung, sehingga memperbesar risiko iritasi dan peradangan.
Sebagian penderita maag akut tidak menyadari kondisinya karena gejala yang dirasakan masih ringan. Namun, pada kasus tertentu, keluhan dapat muncul cukup berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Gejala yang umum dialami antara lain nyeri pada ulu hati, perut terasa kembung atau penuh setelah makan, mual, muntah, serta penurunan nafsu makan. Pada kondisi yang lebih serius, penderita bisa mengalami rasa panas seperti terbakar di perut, muntah darah, hingga buang air besar berwarna hitam, yang menandakan adanya perdarahan di saluran cerna.
Langkah Pencegahan dan Pola Hidup Sehat
Dokter menyarankan agar maag akut tidak dianggap remeh. Pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan pola makan dan gaya hidup sehat. Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain mengurangi konsumsi makanan pedas, asam, dan terlalu panas, serta membatasi makanan berlemak dan gorengan.
Baca juga: Kenali Zona Detak Jantung Saat Olahraga, Kunci Latihan Aman dan Efektif
Selain itu, penting untuk menghindari alkohol dan minuman berkafein, tidak makan dalam porsi berlebihan, berhenti merokok, serta mengelola stres dengan baik.
Pemilihan makanan juga berperan besar dalam meredakan keluhan maag. Makanan rendah lemak seperti dada ayam dan ikan, sayuran rendah asam, makanan yang mengandung probiotik seperti yoghurt, serta makanan tinggi serat seperti oatmeal, bayam, pisang, dan apel dinilai aman dan bermanfaat bagi kesehatan lambung.
Maag akut memang dapat menyerang kapan saja, namun risiko kemunculannya dapat ditekan dengan kebiasaan hidup sehat. Kesadaran untuk mengenali gejala sejak dini dan melakukan pencegahan menjadi kunci agar gangguan lambung ini tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.