ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 akan difokuskan pada prinsip keadilan, empati, dan perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya perempuan dan lansia. Arah kebijakan tersebut menjadi fondasi utama dalam seluruh layanan jemaah, baik di Tanah Air maupun di Arab Saudi.
Penegasan itu disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat memimpin apel pagi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Dalam arahannya, Dahnil mengajak seluruh petugas haji untuk meneladani nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung dalam Haji Wada, haji terakhir Rasulullah SAW. Menurutnya, pesan-pesan tersebut relevan untuk menjawab tantangan pelayanan jemaah haji Indonesia yang semakin kompleks.
“Dalam Haji Wada, Rasulullah SAW menegaskan pesan kepedulian dan keadilan sosial, termasuk perintah untuk menjaga dan memuliakan perempuan. Nilai inilah yang harus menjadi ruh pelayanan haji kita hari ini,” kata Dahnil.
Baca juga: Haedar Nashir Ajak Umat Islam Jadikan Ramadan 1447 H Momentum Penguatan Takwa dan Kemajuan Peradaban
Data Kemenhaj menunjukkan, lebih dari 55 persen jemaah haji Indonesia merupakan perempuan, sementara sekitar 25 persen lainnya masuk kategori lansia. Fakta tersebut, lanjut Dahnil, menuntut layanan haji yang lebih sensitif, protektif, dan berperspektif gender.
Pemerintah pun mengusung kebijakan afirmatif melalui program Haji Ramah Perempuan dan Haji Ramah Lansia. Kebijakan ini, kata Dahnil, merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar penyelenggaraan haji benar-benar berpihak pada jemaah yang membutuhkan perhatian khusus.
“Tahun 2026 harus menjadi momentum menghadirkan haji yang manusiawi dan berkeadilan. Haji tidak boleh menyulitkan, apalagi meninggalkan kelompok rentan,” tegasnya.
Sebagai bentuk konkret, komposisi petugas haji tahun 2026 mencatat sejarah baru dengan keterlibatan petugas perempuan mencapai 33 persen, tertinggi sepanjang penyelenggaraan haji Indonesia. Kemenhaj menilai kehadiran petugas perempuan krusial untuk memastikan jemaah perempuan dan lansia memperoleh layanan yang aman, nyaman, dan bermartabat.
Melalui pembekalan PPIH Arab Saudi 2026, Kemenhaj berharap seluruh petugas tidak hanya memahami aspek teknis, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan yang berlandaskan empati, sehingga penyelenggaraan haji 2026 menjadi lebih humanis dan berkeadilan.
Baca juga: Di Tengah Ancaman Iklim, Indonesia Catat Rekor Terendah Kematian DBD