ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Kiprah internasional kembali ditorehkan sivitas akademika Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto. Seorang dosen Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) dipercaya menjadi pengajar dalam Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Daring Musim Semi 2026 yang digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington DC, Amerika Serikat.
Program BIPA daring tersebut diselenggarakan melalui Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Washington DC dan berlangsung selama empat bulan, mulai 1 Februari hingga 31 Mei 2026. Pesertanya berasal dari berbagai negara bagian di Amerika Serikat, dengan latar belakang akademik dan profesi yang beragam.
Dosen TBI UIN Saizu, Benny Krisbiantoro, terlibat langsung sebagai pengajar dalam program tersebut. Keterlibatan ini menjadi bagian dari upaya strategis Indonesia dalam memperkuat diplomasi kebahasaan sekaligus memperluas jangkauan pengenalan bahasa dan budaya Indonesia di tingkat global.
Menurut Benny, mengajar BIPA secara daring untuk peserta internasional memberikan tantangan sekaligus pengalaman akademik yang berharga. Ia menilai, minat peserta terhadap bahasa Indonesia tidak sebatas pada kemampuan berbahasa, tetapi juga pada pemahaman nilai budaya dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia.
“Antusiasme peserta sangat tinggi. Mereka ingin memahami bahasa Indonesia secara utuh, termasuk konteks budaya dan kebiasaan masyarakatnya,” ungkapnya.
Baca juga: ParagonCorp Perluas Akses Pengembangan Kepemimpinan Mahasiswa Lewat Novo Club Batch 4
Dari sisi kelembagaan, partisipasi dosen TBI dalam program internasional tersebut mendapat apresiasi dari Program Studi Tadris Bahasa Inggris UIN Saizu. Koordinator Prodi TBI, Desi Wijayanti Ma’rufah, menyebut keterlibatan ini sebagai bentuk pengakuan internasional atas kompetensi akademik dan pedagogik yang dikembangkan di UIN Saizu.
Ia menegaskan bahwa keikutsertaan dosen dalam program BIPA KBRI Washington DC menunjukkan relevansi keilmuan Prodi TBI UIN Saizu di kancah global, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung diplomasi bahasa dan budaya Indonesia.
Kolaborasi Lintas Institut
Pelatihan BIPA Daring Musim Semi 2026 juga melibatkan pengajar dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga nasional, seperti Institut Teknologi Bandung, UIN Sunan Kalijaga, Universitas Negeri Surabaya, serta Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Program ini turut didukung oleh pengajar dari Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Washington DC serta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kolaborasi lintas institusi tersebut dinilai mampu meningkatkan kualitas pembelajaran BIPA sekaligus memperluas jejaring akademik internasional Indonesia. Bagi UIN Saizu, keterlibatan aktif dosen dalam program ini juga menjadi wujud pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat berbasis internasional.
Baca juga: Keluhan Opsen PKB Menguat, Ketua DPRD Banyumas Dorong Kajian Menyeluruh dan Transparan
Capaian ini menegaskan komitmen Program Studi Tadris Bahasa Inggris UIN Saizu Purwokerto untuk terus mendorong rekognisi global, memperluas kerja sama internasional, serta berkontribusi nyata dalam penguatan posisi bahasa dan budaya Indonesia di dunia internasional.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.