Banner Utama

Obligasi Jadi Primadona Investasi Milenial dan Gen Z, Ini Alasan dan Cara Memulainya

EKBIS
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Feb 18, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Kesadaran finansial di kalangan generasi milenial dan Gen Z terus meningkat. Tak lagi sekadar menabung, anak muda kini mulai melirik instrumen investasi yang dinilai lebih stabil dan terukur, salah satunya obligasi. Selain reksa dana dan saham, obligasi semakin populer karena menawarkan imbal hasil relatif tetap dengan tingkat risiko yang cenderung lebih rendah.

Instrumen ini pada dasarnya merupakan surat utang. Investor bertindak sebagai pemberi pinjaman, sementara penerbit, baik pemerintah maupun perusahaan, berkewajiban membayar bunga (kupon) secara berkala dan mengembalikan pokok utang saat jatuh tempo. Skema tersebut membuat obligasi banyak dipilih sebagai sumber pendapatan pasif.

Terlebih pada obligasi pemerintah, risiko gagal bayar dinilai sangat kecil karena pembayaran kupon dan pokoknya dijamin negara. Faktor keamanan inilah yang membuat generasi muda menjadikannya pilihan untuk membangun fondasi keuangan jangka menengah hingga panjang.

Empat Daya Tarik Obligasi bagi Investor Muda

1. Risiko Lebih Terkendali
Dibandingkan saham yang fluktuasinya bisa sangat tajam, obligasi memiliki tingkat risiko yang relatif moderat. Pada obligasi pemerintah, jaminan pembayaran dari negara membuat instrumen ini dinilai lebih aman bagi investor pemula.

Baca juga: Stasiun Purwokerto Jadi Panggung Budaya, Barongsai Meriahkan Libur Imlek

2. Sumber Passive Income
Kupon obligasi dibayarkan secara rutin, biasanya setiap bulan atau beberapa bulan sekali. Nilainya pun umumnya lebih tinggi dibandingkan bunga tabungan atau deposito. Dengan pola pembayaran berkala, investor dapat memperoleh arus kas tetap tanpa harus aktif mengelola investasi setiap hari.

3. Modal Awal Terjangkau
Obligasi ritel yang diterbitkan pemerintah dapat dibeli mulai dari Rp1 juta. Nominal tersebut dinilai cukup ramah bagi kalangan muda yang baru mulai berinvestasi dan ingin belajar mengelola aset secara bertahap.

4. Alat Diversifikasi Portofolio
Dalam strategi investasi, diversifikasi penting untuk menekan risiko. Obligasi yang cenderung stabil dapat menyeimbangkan portofolio yang berisi saham atau instrumen berisiko lebih tinggi, sehingga potensi kerugian bisa lebih terkendali. 

Bagi milenial dan Gen Z yang tertarik, ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan. Pertama, tentukan tujuan investasi dan jangka waktu yang diinginkan. Apakah untuk dana pendidikan, membeli rumah, atau persiapan pensiun dini. Kejelasan tujuan membantu memilih jenis obligasi yang sesuai.

Kedua, pilih instrumen yang tepat. Jika mengutamakan keamanan, obligasi pemerintah bisa menjadi pilihan utama. Sementara itu, obligasi korporasi dengan peringkat (rating) tinggi dapat dipertimbangkan bagi investor yang ingin imbal hasil lebih optimal, tentu dengan analisis yang matang.

Baca juga: Pergerakan Emas Hari Ini: Antam Melemah, Perhiasan dan Merek Lain Tetap Stabil

Ketiga, buka rekening melalui sekuritas atau mitra distribusi resmi yang telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Legalitas ini penting untuk memastikan keamanan transaksi.

Keempat, lakukan pemesanan saat masa penawaran berlangsung dan selesaikan pembayaran sesuai ketentuan. Setelah itu, investor tinggal menunggu pembayaran kupon secara berkala hingga obligasi jatuh tempo dan pokok investasi dikembalikan.

Dengan akses yang semakin mudah dan edukasi finansial yang kian luas, obligasi kini bukan lagi instrumen eksklusif bagi investor besar. Generasi muda pun memiliki peluang yang sama untuk membangun keuangan yang lebih stabil melalui investasi yang terencana dan disiplin.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: