Banner Utama

Polda Jateng Catat 51 Ribu Pelanggaran Selama Operasi Keselamatan Candi 2026, Usia Muda Dominasi Kasus

Daerah
By Vivin  —  On Feb 14, 2026
Caption Foto : Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto. (Foto ; Dok. Polda Jateng).

ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG - Menjelang penutupan Operasi Keselamatan Candi 2026, Polda Jawa Tengah membeberkan capaian penindakan hingga hari ke-12 pelaksanaan. Operasi yang berlangsung sejak 2 Februari ini mencatat puluhan ribu pelanggaran lalu lintas di berbagai wilayah Jawa Tengah.

Berdasarkan data hingga Jumat (13/2/2026), total 51.736 pelanggaran telah ditindak. Penegakan hukum berbasis tilang elektronik atau ETLE menjadi metode yang paling banyak digunakan dengan 27.115 perkara. Selain itu, sebanyak 30.045 pengendara mendapat teguran simpatik sebagai bagian dari pendekatan persuasif kepolisian.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menjelaskan bahwa pelanggaran masih didominasi pengendara sepeda motor. Dari total pelanggar, tercatat 19.862 merupakan pengguna roda dua. Jenis pelanggaran yang paling sering ditemukan adalah tidak memakai helm berstandar SNI sebanyak 10.245 kasus. Pelanggaran lain yang cukup tinggi meliputi melawan arus, pengendara di bawah umur, hingga penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis.

“Pelanggaran masih didominasi oleh pengendara roda dua. Ini menjadi perhatian serius kami,” jelas Artanto, Sabtu (14/2/2026).

Untuk kendaraan roda empat, tercatat 1.829 pelanggaran. Mayoritas pengemudi kedapatan tidak menggunakan sabuk keselamatan serta menyalahgunakan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut penumpang, yang berisiko tinggi terhadap keselamatan.

Baca juga: Jalur Semarang–Purwodadi Putus Total, Polisi Terapkan Pengalihan Arus dan Siaga Penuh di Grobogan

Menariknya, mayoritas pelanggar berada pada rentang usia 16–30 tahun. Jumlahnya mencapai 13.893 orang atau sekitar 64 persen dari total pelanggar. Artanto menyebut angka ini sebagai sinyal kuat perlunya edukasi yang lebih masif kepada generasi muda.

“Angka ini menjadi evaluasi penting bagi kami untuk terus menggencarkan edukasi ke sekolah-sekolah dan komunitas muda, mengingat mereka adalah kelompok yang paling rentan terlibat dalam insiden di jalan raya,” tambahnya.

11 Orang Korban Meninggal

Dari sisi kecelakaan lalu lintas, selama operasi berlangsung tercatat 574 kasus dengan 11 korban meninggal dunia. Faktor dominan penyebab kecelakaan antara lain kelalaian saat mendahului kendaraan lain, tidak menjaga jarak aman, serta kondisi pengemudi yang lelah.

Operasi ini, menurut Artanto, bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi bagian dari langkah strategis menciptakan situasi kondusif menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Kepolisian juga mulai berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kesiapan jalur mudik di Jawa Tengah.

Baca juga: 532 Warga Brebes Terdampak Tanah Gerak, Pemprov Jateng Percepat Relokasi dan Pembangunan Huntara

“Kesadaran yang kita bangun hari ini adalah investasi agar arus mudik dan balik Lebaran nanti dapat berjalan aman, nyaman, dan lancar,” tegasnya.

Hingga masa operasi berakhir pada 15 Februari, Polda Jateng memastikan pendekatan humanis dan profesional tetap menjadi prioritas. Masyarakat pun diimbau untuk tetap disiplin berlalu lintas, bukan karena ada operasi, melainkan demi keselamatan bersama—terutama menjelang meningkatnya mobilitas saat Ramadhan dan Idulfitri.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: