ORBIT-NEWS.COM, PURBALINGGA – Upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba terus diperkuat hingga tingkat desa. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 57 Kelompok 1 Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggandeng Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga menggelar Seminar Pencegahan Penyalahgunaan dan Penanggulangan Narkoba di Desa Jompo, Kecamatan Kalimanah.
Kegiatan edukatif tersebut berlangsung pada Senin malam (26/1/2026) di Aula Balai Desa Jompo dan diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari warga desa, Karang Taruna, hingga organisasi pelajar IPNU–IPPNU setempat. Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir acara.
Ketua Pelaksana Ilham Alhamdi menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari program unggulan KKN yang berorientasi pada peningkatan kesadaran masyarakat. Menurutnya, desa memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam memutus mata rantai peredaran narkoba.
“Melalui seminar ini, kami ingin membekali masyarakat dengan pengetahuan agar lebih waspada dan mampu berperan aktif dalam pencegahan narkoba di lingkungannya,” kata Ilham.
Kepala Desa Jompo Mun Prasetyo, S.T menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi mahasiswa KKN dan BNNK Purbalingga. Ia menilai edukasi narkoba menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi generasi muda di desa.
Baca juga: ParagonCorp Perluas Akses Pengembangan Kepemimpinan Mahasiswa Lewat Novo Club Batch 4
“Pencegahan narkoba harus dimulai dari lingkungan terdekat. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian nyata dalam menjaga masa depan generasi Desa Jompo,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala LPPM UIN Saizu, Mawi Khusni Albar, M.Pd menegaskan bahwa program KKN merupakan wujud pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberi solusi atas persoalan sosial yang nyata.
“Edukasi bahaya narkoba sejalan dengan misi UIN Saizu untuk membangun masyarakat yang sehat, sadar hukum, dan berakhlak,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNNK Purbalingga Dr. H. Nasrudin, S.Ag., M.M.Pd menegaskan bahwa ancaman narkoba merupakan persoalan serius yang tidak bisa ditangani oleh satu lembaga saja. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan.
“Edukasi adalah benteng utama. Jika masyarakat memiliki pemahaman yang baik, maka potensi penyalahgunaan narkoba dapat ditekan sejak dini,” tegasnya.
Baca juga: Keluhan Opsen PKB Menguat, Ketua DPRD Banyumas Dorong Kajian Menyeluruh dan Transparan
Seminar menghadirkan dua narasumber dari BNNK Purbalingga, yakni Tarsito, S.Sos selaku Penyuluh Narkoba Ahli Muda dan Awan Pratama, S.IP., M.I.Pol selaku Ketua Tim Rehabilitasi. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan jenis narkoba, modus peredaran, dampak kesehatan dan sosial, hingga mekanisme rehabilitasi dengan pendekatan humanis bagi korban penyalahgunaan.
Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab menjadi penutup kegiatan yang berlangsung dinamis. Melalui seminar ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Desa Jompo Bersih dari Narkoba (Bersinar).
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.