ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Penurunan suku bunga kerap menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar untuk menata ulang strategi investasi. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kebijakan perbankan, tetapi juga membuka peluang di berbagai sektor ekonomi yang dinilai mampu bertahan bahkan tumbuh ketika biaya pinjaman semakin murah.
Sejumlah sektor seperti industri manufaktur, energi, jasa keuangan, hingga saham berkapitalisasi kecil disebut sebagai pihak yang paling diuntungkan dalam fase suku bunga rendah. Ketika roda ekonomi masih bergerak dan bunga acuan menurun, sektor-sektor tersebut cenderung mencatat kinerja lebih stabil dan atraktif bagi investor.
Tak hanya itu, perusahaan teknologi berskala besar yang selama ini memiliki valuasi tinggi juga berpotensi kembali dilirik. Meski sektor ini sensitif terhadap perlambatan ekonomi, lingkungan suku bunga rendah dapat menjadi katalis positif yang membuka peluang keuntungan jangka menengah hingga panjang.
Seiring turunnya suku bunga, minat investor pun mulai bergeser dari produk perbankan konvensional ke instrumen investasi yang menawarkan imbal hasil lebih kompetitif. Berikut sejumlah pilihan investasi yang dinilai relevan saat suku bunga berada di tren menurun:
Obligasi Masih Jadi Primadona
Baca juga: Obligasi Jadi Primadona Investasi Milenial dan Gen Z, Ini Alasan dan Cara Memulainya
Instrumen obligasi menjadi salah satu pilihan utama di tengah penurunan suku bunga. Saat bunga turun, harga obligasi umumnya mengalami kenaikan sehingga berpotensi memberikan capital gain bagi investor. Obligasi dengan tenor panjang dinilai paling diuntungkan karena menawarkan imbal hasil yang relatif lebih besar dibandingkan deposito.
Reksadana Berbasis Surat Berharga Negara
Selain obligasi langsung, reksadana yang berfokus pada Surat Berharga Negara (SBN) juga dinilai menarik. Produk ini berpotensi mencatatkan kinerja optimal saat suku bunga menurun, sekaligus menawarkan tingkat risiko yang relatif lebih terkendali karena didukung oleh instrumen pemerintah.
Saham Kembali Dilirik Pasar
Di pasar modal, saham berkapitalisasi kecil kerap menjadi incaran karena memiliki ruang pertumbuhan lebih besar ketika biaya pendanaan menurun. Sementara itu, saham teknologi unggulan seperti Microsoft dan Apple juga berpotensi mendapat dorongan positif dari iklim suku bunga rendah.
Baca juga: Stasiun Purwokerto Jadi Panggung Budaya, Barongsai Meriahkan Libur Imlek
Penurunan suku bunga membuat imbal hasil tabungan dan deposito semakin kurang menarik. Kondisi ini mendorong investor beralih ke pasar saham atau reksadana saham, yang portofolionya mayoritas diisi oleh saham dan menawarkan potensi keuntungan lebih tinggi.
Sukuk Ritel Jadi Alternatif Investasi Syariah
Bagi investor yang mengedepankan prinsip syariah, Sukuk Ritel dapat menjadi pilihan menarik. Instrumen ini merupakan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang diterbitkan Pemerintah Republik Indonesia dan ditujukan khusus bagi Warga Negara Indonesia.
Sukuk Ritel dipasarkan melalui agen penjual resmi di pasar perdana domestik dan diawasi secara ketat oleh pemerintah. Selain menawarkan imbal hasil kompetitif, instrumen ini juga memberikan rasa aman karena dijamin oleh negara.
Baca juga: Pergerakan Emas Hari Ini: Antam Melemah, Perhiasan dan Merek Lain Tetap Stabil
Dengan berbagai opsi yang tersedia, penurunan suku bunga dapat menjadi momentum strategis bagi investor untuk melakukan diversifikasi portofolio, menyesuaikan profil risiko, serta memaksimalkan potensi imbal hasil di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.