ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Di tengah pesatnya perkembangan Kota Purwokerto, kawasan wisata kuliner mendoan di Sawangan tetap berdiri dengan wajah yang nyaris tak berubah. Berlokasi sekitar 200 meter dari pusat kota, kawasan ini menjadi salah satu destinasi kuliner yang selalu ramai dikunjungi, baik oleh warga lokal maupun pendatang yang ingin mencicipi langsung cita rasa autentik mendoan khas Banyumas.
Setiap hari, deretan warung sederhana di kawasan ini menyuguhkan mendoan yang digoreng satu per satu di atas wajan besar. Para pembeli tampak mengantre sambil memperhatikan proses penggorengan, menunggu tempe berbalut adonan tepung berbumbu dan irisan daun bawang itu diangkat saat masih setengah matang atau “mendo”. Sensasi menyantap mendoan yang masih hangat, lembut, dan gurih inilah yang menjadi daya tarik utama Sawangan.
Meski dikenal luas dan selalu dipadati pengunjung, kawasan kuliner mendoan Sawangan tetap mempertahankan kesederhanaannya. Fasilitas yang tersedia masih sangat terbatas. Bangku panjang tanpa sandaran menjadi satu-satunya tempat bagi pembeli yang ingin beristirahat sambil mengantre. Pada hari-hari biasa, suasana relatif terkendali. Namun saat akhir pekan atau hari libur, antrean pembeli kerap mengular hingga membuat sebagian pengunjung harus berdiri cukup lama.
Salah seorang pembeli, Hutrianto, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sudah menjadi pemandangan yang lazim sejak bertahun-tahun lalu. Menurutnya, meskipun jumlah pembeli terus meningkat, para pedagang mendoan di kawasan ini tetap memilih mempertahankan konsep sederhana tanpa menyediakan meja dan kursi untuk makan di tempat.
“Dari dulu memang seperti ini. Kalau hari Minggu biasanya antreannya panjang dan harus berdiri lama. Padahal saya dan keluarga sering ingin menikmati mendoan hangat langsung di sini, tapi memang tidak ada tempat khusus untuk makan,” ujarnya.
Baca juga: Lima Kuliner Khas Banyumas yang Wajib Dicoba
Sebagai ikon kuliner Banyumas, mendoan kini mudah ditemui di berbagai penjuru kota. Penjualnya menjamur, mulai dari warung kaki lima hingga restoran modern. Namun, bagi sebagian besar penikmat kuliner, mendoan Sawangan memiliki cita rasa yang berbeda. Banyak yang meyakini bahwa racikan adonan, kualitas tempe, serta cara penggorengan yang masih tradisional menjadi rahasia kelezatan yang sulit ditiru.
Di tengah keterbatasan fasilitas dan minimnya perubahan, kawasan wisata kuliner mendoan Sawangan justru menunjukkan daya tariknya sendiri. Kesederhanaan yang terjaga, dipadu dengan rasa yang konsisten dari waktu ke waktu, menjadikan tempat ini bukan sekadar lokasi makan, tetapi juga bagian dari identitas kuliner dan budaya Banyumas yang terus hidup hingga kini.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.