ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Pertanyaan apakah penderita asam lambung boleh minum susu kerap muncul di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang mengidap GERD atau maag. Susu sering dianggap sebagai minuman penenang lambung, namun di sisi lain juga dituding dapat memicu kekambuhan. Lantas, mana yang benar?
Secara medis, efek susu terhadap asam lambung tidak bersifat tunggal. Responsnya sangat bergantung pada jenis susu, kondisi lambung, serta karakteristik pencernaan masing-masing individu. Agar tidak keliru, penting bagi penderita asam lambung memahami fakta ilmiah sebelum menjadikan susu sebagai bagian dari konsumsi harian.
Susu memang dapat memberikan rasa nyaman sesaat di lambung. Kandungan protein di dalamnya membantu melapisi dinding lambung sehingga rasa perih atau panas dapat berkurang sementara. Inilah alasan mengapa sebagian orang merasa lebih lega setelah minum susu.
Namun, para ahli menegaskan bahwa efek tersebut hanya bersifat sementara. Susu tidak menyembuhkan penyebab utama naiknya asam lambung dan tidak dapat dijadikan sebagai pengobatan utama GERD atau maag kronis.
Lemak susu bisa memperparah gejala
Baca juga: Diet Raw Food Kian Populer, Tren Makan Tanpa Masak yang Diklaim Lebih Sehat
Jenis susu menjadi faktor penting. Susu dengan kadar lemak tinggi, seperti susu full cream, berpotensi memperburuk kondisi asam lambung. Lemak dapat memperlambat pengosongan lambung sehingga tekanan di dalam lambung meningkat dan memicu produksi asam berlebih.
Selain itu, lemak juga dapat melemahkan katup antara lambung dan kerongkongan, sehingga asam lambung lebih mudah naik dan menimbulkan sensasi terbakar di dada atau ulu hati.
Bagi penderita asam lambung yang tetap ingin mengonsumsi susu, pilihan yang lebih aman adalah susu rendah lemak atau susu skim. Jenis susu ini lebih mudah dicerna dan cenderung tidak merangsang produksi asam lambung secara berlebihan.
Meski demikian, jumlah konsumsi tetap harus dibatasi. Minum susu dalam porsi kecil dan tidak berlebihan menjadi kunci agar lambung tetap nyaman.
Tidak semua penderita asam lambung merasakan efek yang sama setelah minum susu. Pada sebagian orang, susu justru dapat menimbulkan keluhan seperti kembung, mual, atau nyeri lambung. Hal ini bisa dipengaruhi oleh intoleransi laktosa atau sensitivitas terhadap protein susu.
Baca juga: Kenali Zona Detak Jantung Saat Olahraga, Kunci Latihan Aman dan Efektif
Karena itu, mengenali reaksi tubuh sendiri sangat penting. Jika keluhan muncul setelah minum susu, sebaiknya konsumsi dihentikan atau dikonsultasikan dengan tenaga medis.
Susu dengan tambahan gula tinggi, cokelat, atau perisa buatan sebaiknya dihindari oleh penderita asam lambung. Kandungan tersebut dapat meningkatkan iritasi lambung dan memperparah gejala refluks. Susu plain tanpa tambahan apa pun dinilai lebih aman dan minim risiko bagi lambung sensitif.
Penderita asam lambung pada dasarnya masih boleh minum susu, namun dengan syarat memilih jenis yang tepat dan memperhatikan respons tubuh. Susu rendah lemak dalam jumlah terbatas bisa menjadi pilihan, sementara susu tinggi lemak dan susu rasa sebaiknya dihindari. Jika ragu atau gejala sering kambuh, konsultasi dengan dokter tetap menjadi langkah paling aman.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.