Banner Utama

Pemerintah Jamin Stok Pangan Aman pada Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Nasional
By Ariyani  —  On Dec 26, 2025
Caption Foto : Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat melakukan pemantauan harga. (Foto : Dok. Kementan).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah memastikan masyarakat dapat merayakan Natal 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026 tanpa dibayangi kekhawatiran kelangkaan pangan maupun lonjakan harga. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, ketersediaan stok pangan nasional hingga akhir tahun berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Menurut Mentan Amran, upaya menjaga ketahanan pangan nasional dilakukan secara menyeluruh, mulai dari produksi, distribusi, hingga pengendalian harga di tingkat konsumen. Hal ini menjadi perhatian khusus pemerintah, terutama pada momen hari besar keagamaan yang biasanya diiringi peningkatan permintaan kebutuhan pokok.

“Negara harus hadir memastikan seluruh masyarakat dapat beribadah dan merayakan Natal dengan tenang. Ketersediaan pangan dan stabilitas harga adalah bagian dari tanggung jawab pemerintah,” ujar Amran.

Ia mengungkapkan, stok beras nasional hingga akhir 2025 diperkirakan mencapai 3,53 juta ton. Angka tersebut disebut sebagai salah satu yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain beras, pasokan minyak goreng juga dipastikan mencukupi mengingat Indonesia merupakan salah satu produsen utama dunia.

“Beras kita aman, minyak goreng juga aman. Tidak ada alasan untuk terjadi kelangkaan,” tegasnya.

Baca juga: Haedar Nashir Ajak Umat Islam Jadikan Ramadan 1447 H Momentum Penguatan Takwa dan Kemajuan Peradaban

Untuk komoditas protein hewani, seperti daging ayam dan telur, Mentan menyebut pemerintah telah melakukan pemantauan langsung hingga ke tingkat peternak. Hasil pengecekan menunjukkan pasokan tersedia dan harga relatif stabil sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia pun mengingatkan para pelaku usaha agar tidak memanfaatkan momentum Natal dan Tahun Baru untuk mencari keuntungan dengan cara yang merugikan masyarakat. Pemerintah, kata Amran, tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap praktik penimbunan maupun permainan harga.

“Stok cukup, harga stabil. Jangan ada yang mencoba memainkan keadaan,” katanya.

Sementara itu, untuk komoditas hortikultura seperti cabai, Amran mengakui adanya fluktuasi harga yang dipengaruhi faktor cuaca, terutama curah hujan. Meski demikian, ia menegaskan komoditas strategis yang berstatus surplus dan memiliki harga eceran tertinggi (HET) tidak boleh mengalami kenaikan harga.

“Cabai bisa sedikit berfluktuasi karena faktor alam. Tetapi beras, minyak goreng, ayam, dan telur tidak boleh naik karena kita surplus dan sudah ada HET,” jelasnya.

Baca juga: Di Tengah Ancaman Iklim, Indonesia Catat Rekor Terendah Kematian DBD

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran juga mengungkapkan adanya dugaan pelanggaran HET minyak goreng oleh dua produsen. Pemerintah melalui Satgas Pangan telah melakukan penelusuran dan pengawasan langsung di tingkat produsen. Jika terbukti melanggar, sanksi tegas berupa pidana hingga pencabutan izin usaha akan diterapkan.

Menutup pernyataannya, Mentan menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mengawal distribusi dan harga pangan di seluruh wilayah Indonesia. Dengan langkah tersebut, masyarakat diharapkan dapat menjalani perayaan Natal dan pergantian tahun dengan aman, nyaman, dan penuh ketenangan.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: