Banner Utama

Pasokan Cabai Nasional Aman Jelang Nataru, Distribusi Cepat Tekan Gejolak Harga

Nasional
By Hermiana  —  On Dec 20, 2025

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Menjelang lonjakan konsumsi pada perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), ketersediaan cabai nasional dipastikan berada dalam kondisi aman dengan harga yang relatif stabil. Stabilitas ini ditopang oleh panen dari sejumlah sentra produksi serta langkah cepat pemerintah dalam menjaga kelancaran distribusi, khususnya dari wilayah terdampak bencana.

Pedagang di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta Timur, menilai intervensi langsung Kementerian Pertanian (Kementan) berperan penting dalam menahan potensi lonjakan harga di pasar. Salah satu pedagang cabai, Guntur, menyebut kebijakan penyerapan hasil panen petani di Aceh menjadi sinyal kuat kehadiran negara dalam menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.

Menurut Guntur, langkah cepat pemerintah tidak hanya membantu petani yang terdampak bencana alam, tetapi juga memberikan kepastian stok bagi pedagang di pasar induk sebagai barometer harga cabai nasional. Dengan pasokan yang terjaga, pelaku pasar dapat melakukan distribusi secara lebih terencana.

Para pedagang di PIKJ, kata dia, terus melakukan koordinasi internal guna memastikan arus distribusi berjalan lancar. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gejolak harga akibat meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang akhir tahun.

Hingga akhir Desember, Guntur optimistis harga cabai masih berada dalam batas wajar. Pasokan tidak hanya bertumpu pada satu daerah, melainkan berasal dari berbagai wilayah sentra produksi yang saat ini memasuki masa panen.

Baca juga: Haedar Nashir Ajak Umat Islam Jadikan Ramadan 1447 H Momentum Penguatan Takwa dan Kemajuan Peradaban

Ia menyebutkan, panen cabai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat saat ini cukup melimpah. Selain Pulau Jawa, pasokan tambahan juga datang dari Sulawesi Selatan dan Aceh, sehingga memperkuat stok nasional di pasar induk.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengambil langkah konkret dengan menyerap langsung hasil panen petani cabai di Aceh. Sebanyak 40 ton cabai dari Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah dibeli untuk kemudian didistribusikan ke berbagai daerah. Sebanyak 15 ton di antaranya dikirim langsung ke Jakarta menggunakan pesawat Hercules TNI Angkatan Udara melalui rute Bandara Rembele menuju Bandara Halim Perdanakusuma.

Dalam proses distribusi tersebut, Kementan menjalin koordinasi dengan pedagang di Pasar Induk Kramat Jati guna memastikan cabai hasil serapan dapat segera masuk ke pasar dan menambah pasokan.

Mentan Amran menegaskan bahwa kebijakan distribusi pangan harus mampu menjaga keseimbangan seluruh mata rantai, mulai dari petani hingga konsumen. Pemerintah, kata dia, tidak ingin stabilitas harga hanya menguntungkan satu pihak.

“Yang kita jaga adalah keseimbangan. Petani tetap mendapatkan harga yang layak, pedagang bisa berusaha dengan tenang, dan masyarakat memperoleh harga yang terjangkau,” ujarnya.

Baca juga: Sambut Ramadan 2026, Kemendag Buka Pasar Murah, 75 UMKM Ramaikan Lapangan Pejambon

Melalui strategi distribusi cepat dan kolaborasi lintas sektor, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga cabai menjelang Nataru. Kebijakan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, terutama dalam menghadapi situasi darurat dan dampak pascabencana.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: