ORBIT-NEWS.COM, PURBALINGGA – Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus menjadi penggerak ekonomi lokal, bukan sekadar program bantuan sosial. Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha daerah dan pendidikan vokasi menjadi kunci agar manfaat ekonomi dari program tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Purbalingga.
“Program prioritas pemerintah pusat ini membawa peluang ekonomi yang sangat besar. Jika dikelola oleh pengusaha lokal, termasuk koperasi dan SMK, maka perputaran uangnya akan kembali ke daerah dan mendorong kesejahteraan bersama,” ujar Dimas saat meresmikan Koperasi Produsen Bangga Senyum Bersama (BSB) di Desa Lambur, Kecamatan Mrebet, Rabu (24/2/2026).
Ia menyebutkan, nilai anggaran Program MBG di Purbalingga diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 triliun per tahun. Dengan asumsi harga satu porsi sekitar Rp10.000 dan kapasitas produksi setiap dapur MBG mencapai 2.500 hingga 3.000 porsi per hari, sementara saat ini telah beroperasi sekitar 90 dapur MBG, peluang ekonomi yang tercipta dinilai sangat signifikan.
Dalam konteks tersebut, Dimas mengapresiasi pembentukan Koperasi Produsen Bangga Senyum Bersama yang digagas oleh para kepala SMK di Kabupaten Purbalingga. Ia menilai koperasi ini sebagai langkah strategis untuk mengintegrasikan potensi pendidikan vokasi ke dalam ekosistem bisnis Program Makan Bergizi Gratis.
Koperasi BSB dibentuk sebagai wadah kolaborasi pelaku pendidikan vokasi agar dapat berafiliasi dan bekerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang ada di Purbalingga.
Baca juga: Keluhan Opsen PKB Menguat, Ketua DPRD Banyumas Dorong Kajian Menyeluruh dan Transparan
Anggota Koperasi
Ketua Koperasi Produsen BSB, Muhammad Yasro Khambali, menjelaskan bahwa mayoritas anggota koperasi merupakan kepala SMK di Purbalingga. Melalui koperasi tersebut, kompetensi sumber daya manusia SMK diarahkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan program MBG.
Sejumlah SMK diketahui memiliki jurusan yang relevan, di antaranya tata boga di SMKN 1 Purbalingga, SMKN 1 Bojongsari, dan SMKN 1 Kaligondang, pengolahan hasil pertanian di SMKN 2 Purbalingga, serta keahlian teknik di beberapa SMK lainnya untuk mendukung pemeliharaan peralatan dapur MBG.
“Potensi ini kami satukan dan kolaborasikan dengan pemerintah daerah agar berdampak nyata bagi kemajuan ekonomi Kabupaten Purbalingga,” kata Yasro.
Selain penyediaan bahan pangan, Wakil Bupati Dimas menambahkan bahwa peluang usaha dalam program MBG juga terbuka pada sektor teknis seperti perawatan peralatan produksi dan distribusi. Ia berharap koperasi dapat dikelola secara inklusif, mengedepankan kerja sama, serta menghindari ego sektoral.
Baca juga: Jaga Kekhusyukan Ramadan, Polresta Banyumas Tingkatkan Patroli di Jam Rawan
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Purbalingga juga meninjau fasilitas praktik tata boga di SMKN 1 Bojongsari untuk memastikan kesiapan kapasitas produksi dan standar kebersihan sebagai bagian dari dukungan SMK terhadap Program Makan Bergizi Gratis.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.