ORBIT-NEWS.COM, YOGYAKARTA - Yogyakarta dan Solo kembali menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Selain pesona budaya dan alamnya, kemudahan akses transportasi turut menjadi daya tarik utama. Kereta api pun kian diminati turis asing sebagai moda perjalanan utama selama menjelajahi kawasan ini. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta mencatat, selama masa Angkutan Nataru 2025/2026 yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, sebanyak 13.111 penumpang warga negara asing (WNA) menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 6. Angka ini meningkat sekitar 6 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya yang melayani 12.425 penumpang WNA.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa transportasi publik berbasis rel semakin dipercaya wisatawan internasional, sekaligus menjadi indikator positif bagi geliat pariwisata dan ekonomi daerah, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menjelaskan bahwa jumlah tersebut merupakan akumulasi penumpang WNA yang berangkat maupun datang di seluruh stasiun wilayah Daop 6. Dari total itu, sebanyak 6.549 WNA tercatat sebagai penumpang berangkat, sementara 6.562 WNA merupakan penumpang datang.
“Data ini memperlihatkan mobilitas wisatawan asing yang cukup tinggi, baik yang menjadikan Yogyakarta dan Solo sebagai tujuan utama maupun sebagai kota transit,” kata Feni, Rabu (7/1/2026).
Dari sisi keberangkatan, Stasiun Yogyakarta menjadi stasiun dengan volume penumpang WNA tertinggi, mencapai 4.875 orang. Disusul Stasiun Solo Balapan sebanyak 745 penumpang, dan Stasiun Lempuyangan dengan 543 penumpang. Sementara untuk kedatangan, Stasiun Yogyakarta juga mendominasi dengan 4.484 penumpang WNA, diikuti Stasiun Solo Balapan 764 penumpang, serta Stasiun Lempuyangan 578 penumpang.
Baca juga: Obligasi Jadi Primadona Investasi Milenial dan Gen Z, Ini Alasan dan Cara Memulainya
Menurut Feni, tingginya minat wisatawan asing menggunakan kereta api tidak terlepas dari faktor keselamatan, ketepatan waktu, kenyamanan, serta kemudahan konektivitas dengan moda transportasi lain menuju berbagai destinasi wisata unggulan.
“Kereta api memberi pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien. Selain itu, keterpaduan transportasi memudahkan wisatawan menjangkau kawasan wisata budaya, alam, hingga pusat kota,” jelasnya.
Sebagai salah satu pintu masuk utama wisatawan ke wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, KAI Daop 6 terus memperkuat layanan dengan mengedepankan standar keselamatan dan kenyamanan. Bahkan, wisatawan dari Asia Tenggara hingga Eropa kini semakin menjadikan kereta api sebagai pilihan utama saat berkeliling Indonesia.
Untuk menunjang kebutuhan wisatawan mancanegara, Daop 6 juga melakukan berbagai peningkatan layanan, mulai dari aplikasi pemesanan tiket berbahasa Inggris, penyediaan informasi wisata di area stasiun, wifi gratis, hingga pelatihan khusus bagi petugas layanan agar lebih siap melayani penumpang asing.
“Kami melihat adanya pergeseran tren dari transportasi pribadi ke moda massal. Ini menjadi bukti bahwa KAI semakin dipercaya sebagai transportasi publik andal oleh wisatawan internasional,” ungkap Feni.
Baca juga: Stasiun Purwokerto Jadi Panggung Budaya, Barongsai Meriahkan Libur Imlek
Ke depan, KAI Daop 6 berkomitmen terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan pelaku pariwisata untuk menghadirkan akses transportasi yang semakin mudah, terutama pada periode libur panjang seperti Nataru.
“Kami ingin setiap penumpang, baik domestik maupun mancanegara, mendapatkan pengalaman perjalanan terbaik selama berada di Indonesia melalui layanan kereta api yang prima,” pungkasnya.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.