ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menekankan pentingnya percepatan pembangunan kembali rumah bagi tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga medis (named) yang terdampak bencana di Sumatra. Menurutnya, langkah ini bukan sekadar soal hunian, tetapi bagian krusial dari pemulihan layanan kesehatan di wilayah terdampak.
“Tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam penanganan bencana. Bagaimana mereka bisa bekerja optimal jika rumahnya sendiri masih rusak? Pemulihan hunian nakes adalah fondasi agar layanan kesehatan bisa kembali normal,” tegas Menkes Budi.
Menurut Menkes, meski sejumlah fasilitas layanan kesehatan telah mulai pulih, kondisi hunian tenaga kesehatan menjadi faktor penentu kesiapan operasional layanan medis. Tanpa rumah yang layak, tenaga kesehatan sulit fokus menangani pasien dan membantu pemulihan masyarakat pascabencana.
“Fasilitas bisa diperbaiki, tapi jika tenaga kesehatan belum bisa hadir karena tempat tinggal mereka hancur, maka layanan tidak akan maksimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, percepatan pembangunan rumah bagi tenaga kesehatan juga berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan masyarakat. “Kita ingin tenaga kesehatan bisa fokus sepenuhnya pada pasien, bukan harus memikirkan tempat tinggal mereka sendiri. Itu sangat krusial dalam kondisi pascabencana,” kata Menkes Budi.
Baca juga: Haedar Nashir Ajak Umat Islam Jadikan Ramadan 1447 H Momentum Penguatan Takwa dan Kemajuan Peradaban
Sementara itu, Deputi IV Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jarwansyah, mengungkapkan bahwa Kementerian Kesehatan telah menyerahkan data jumlah rumah tenaga kesehatan terdampak bencana di tiga provinsi Sumatra. Data menunjukkan:
Aceh: 3.050 unit rumah terdampak
Sumatra Utara: 48 unit rumah
BNPB bersama tim rehabilitasi dan rekonstruksi di tingkat kabupaten dan kota kini melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan data akurat sebelum masuk dalam Surat Keputusan resmi BNPB di masing-masing daerah. Beberapa wilayah, seperti Aceh Tengah, telah selesai dilakukan verifikasi. Dalam penyaluran bantuan, BNPB membagi tingkat kerusakan rumah menjadi tiga kategori: ringan, sedang, dan berat. Skema bantuan stimulan diberikan sebagai berikut:
Baca juga: Di Tengah Ancaman Iklim, Indonesia Catat Rekor Terendah Kematian DBD
Rumah rusak ringan: Rp15 juta
Rumah rusak sedang: Rp30 juta
Rumah rusak berat: Rp60 juta
Bantuan ini diperuntukkan bagi pembangunan rumah baru atau rehabilitasi rumah yang rusak. Untuk rumah sewa yang terdampak, bantuan akan diberikan langsung kepada pemilik rumah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya terpadu pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan layanan kesehatan kembali normal secepat mungkin, sekaligus memulihkan kehidupan masyarakat terdampak bencana di Sumatra.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.