Banner Utama

Kemenag Perluas KKN Tematik Berbasis Zakat dan Wakaf, Libatkan 49 PTKIN untuk Tekan Kemiskinan Nasional

Pendidikan
By Ariyani  —  On Feb 14, 2026
Caption Foto : Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur. (Foto : Dok. Kemenag).,

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Agama melalui Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Ditzawa), Ditjen Bimas Islam, memperkuat strategi pemberdayaan ekonomi umat dengan menggulirkan model Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik berbasis zakat dan wakaf. Program ini dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor bersama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Langkah ini dirancang bukan sekadar program pengabdian mahasiswa, tetapi sebagai instrumen konkret untuk memperkuat ekosistem filantropi Islam sekaligus mendorong penurunan angka kemiskinan nasional yang saat ini masih berada di kisaran 22–23 juta jiwa.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur, menegaskan bahwa sinergi antara kampus, lembaga pengelola zakat, dan pemerintah menjadi kunci agar potensi zakat dan wakaf benar-benar memberi dampak langsung kepada masyarakat.

“KKN Tematik harus menjadi ruang aktualisasi ilmu sekaligus pengabdian nyata. Mahasiswa tidak hanya memahami teori zakat dan wakaf, tetapi hadir memetakan potensi, mendampingi masyarakat, dan memastikan program berjalan efektif,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi dan Kolaborasi KKN Tematik yang digelar secara virtual dari Jakarta, Sabtu (14/2/2026).

Integrasi Akademik dan Pemberdayaan Lapangan

Baca juga: 37 Ribu Lebih Siswa Berebut Kursi Madrasah Unggulan, Seleksi SNMB 2026/2027 Kian Kompetitif

Kemenag mendorong keterlibatan aktif dosen, mahasiswa, serta peneliti, khususnya dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Syariah, agar pendekatan akademik dapat terintegrasi dengan praktik di lapangan. 

Mahasiswa tidak hanya melakukan kegiatan sosial, tetapi juga membantu pemetaan aset wakaf, pendampingan usaha mikro berbasis zakat, hingga mempercepat proses sertifikasi tanah wakaf di daerah dampingan.

Sebagai contoh praktik baik, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dinilai berhasil menjalankan KKN Tematik Wakaf yang mendorong percepatan sertifikasi tanah wakaf serta identifikasi potensi ekonomi masyarakat. Model ini akan direplikasi di puluhan PTKIN lainnya agar gerakan pemberdayaan semakin meluas dan berdampak sistemik. 

“Model seperti yang dilakukan UIN Pekalongan perlu direplikasi. Kita ingin puluhan PTKIN lain mengambil peran serupa agar gerakan ini meluas dan berdampak sistemik,” terangnya.

Dalam skema besar program ini, Ditzawa menyiapkan sejumlah prioritas yang terintegrasi dengan KKN Tematik, antara lain inkubasi wakaf produktif berbasis kampus serta pengembangan Kota Wakaf. Mahasiswa akan terlibat langsung dalam mengidentifikasi peluang pemanfaatan aset wakaf agar dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan.

Baca juga: Kolaborasi UMP dan Anggota DPR RI Dorong Mahasiswa Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif dan UMKM

Pendekatan kolaboratif ini juga membuka peluang lahirnya pusat-pusat ekonomi baru di tingkat lokal. Dengan pendampingan terstruktur, aset wakaf tidak lagi bersifat pasif, tetapi menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat.

Hutan Wakaf dan Ekoteologi

Tak hanya fokus pada ekonomi, Kemenag turut memperkenalkan inovasi Hutan Wakaf sebagai bagian dari penguatan ekoteologi. Program ini mengintegrasikan pengelolaan wakaf dengan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sekitar, sehingga nilai spiritual dan keberlanjutan ekologis berjalan beriringan.

Ekosistem filantropi yang dibangun juga mencakup infak, sedekah, kurban, fidiah, dan dam. Penguatan tata kelola dilakukan bersama BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), Badan Wakaf Indonesia (BWI), serta para nazhir untuk memastikan dampak sosial yang lebih luas dan terukur.

Untuk mendukung efektivitas pelaksanaan, lokasi KKN tidak lagi dicari secara mandiri oleh perguruan tinggi. Titik-titik dampingan telah disiapkan oleh BAZNAS dan LAZ, sehingga kampus dapat lebih fokus pada penempatan sumber daya manusia dan pendampingan yang tepat sasaran.

Baca juga: Paragon Sambut Ribuan Guru di Wardah Inspiring Teacher, Perkuat Fondasi Masa Depan Bangsa

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: