ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG - Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak kebijakan publik berbasis riset melalui penyelenggaraan Diseminasi Hasil Riset dan Rekomendasi Kebijakan Tim Ekspedisi Patriot 2025. Dimana UNDIP menjadi salah satu dari tujuh perguruan tinggi di Indonesia yang dipercaya terlibat dalam program Ekspedisi Patriot 2025. Program ini dirancang untuk menghimpun data lapangan secara komprehensif guna mendukung transformasi kebijakan transmigrasi nasional agar lebih kontekstual, inklusif, dan berkelanjutan.
Forum diseminasi menjadi wadah resmi bagi tim peneliti UNDIP untuk memaparkan hasil kajian lapangan sekaligus menyampaikan rekomendasi kebijakan yang disusun berdasarkan temuan empiris. Riset dipresentasikan secara tematik dan regional, mencakup kawasan transmigrasi di Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, serta Sulawesi. Fokus kajian meliputi skema investasi, implementasi Program Bakti Nusantara, hingga evaluasi kinerja kawasan transmigrasi di masing-masing wilayah.
Paparan riset tersebut diperkaya dengan refleksi metodologis dan simulasi skenario kebijakan, yang bertujuan memetakan arah pengembangan kawasan transmigrasi berbasis potensi lokal, kesiapan infrastruktur, serta keterhubungan dengan sistem investasi dan pasar. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan gambaran utuh bagi perumusan kebijakan yang lebih presisi dan adaptif terhadap kondisi daerah.
Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menekankan pentingnya keterlibatan langsung perguruan tinggi dalam proses perumusan kebijakan publik. Menurutnya, Ekspedisi Patriot menjadi sarana untuk memastikan bahwa kebijakan transmigrasi tidak dibangun semata dari sudut pandang administratif, melainkan berangkat dari realitas di lapangan.
Baca juga: ParagonCorp Perluas Akses Pengembangan Kepemimpinan Mahasiswa Lewat Novo Club Batch 4
“Kita sering terjebak pada pendekatan Jakarta-sentris. Ketika turun langsung ke lapangan, kita melihat bahwa persoalan di kawasan transmigrasi jauh lebih kompleks. Karena itu, kebijakan harus disusun berbasis fakta dan kondisi nyata yang kita temukan,” ujarnya.
Ia menambahkan, peran perguruan tinggi tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi harus mampu menghadirkan solusi konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat. Riset dan inovasi, lanjutnya, perlu diarahkan agar aplikatif dan menjawab kebutuhan riil pembangunan.
Sementara itu, Koordinator Ekspedisi Patriot UNDIP, Prof. Dr.-Ing. Wiwandari Handayani, ST, MT, MPS, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dalam kegiatan riset lapangan. Ia menilai kolaborasi lintas disiplin yang terbangun selama Ekspedisi Patriot 2025 menjadi kekuatan utama dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan yang komprehensif. “Seluruh rangkaian kegiatan berjalan sangat baik dan mendapat apresiasi langsung dari Kementerian Transmigrasi,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Transmigrasi juga menyerahkan piagam dan sertifikat apresiasi kepada tujuh perguruan tinggi peserta Ekspedisi Patriot 2025. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi akademik, komitmen, serta keterlibatan aktif dalam pelaksanaan riset lapangan.
Melalui diseminasi hasil riset ini, UNDIP berharap rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dapat menjadi rujukan strategis bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan transmigrasi nasional yang lebih terukur, adaptif, dan berorientasi pada pemerataan kesejahteraan antarwilayah.
Baca juga: 37 Ribu Lebih Siswa Berebut Kursi Madrasah Unggulan, Seleksi SNMB 2026/2027 Kian Kompetitif