ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Upaya memperkuat daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pedesaan terus dilakukan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Melalui Halal Center Unsoed, kampus ini berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk mendorong legalitas usaha sekaligus memperluas akses Sertifikasi Halal Gratis bagi pelaku UMKM desa.
Program pendampingan tersebut difokuskan pada pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikasi Halal sebagai fondasi penting dalam membangun ekosistem halal yang berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat Unsoed yang menyasar langsung kebutuhan riil UMKM di tingkat desa.
Ketua Halal Center Unsoed yang juga Ketua Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) Unsoed, Prof. Poppy Arsil, STP., MT., PhD., menyebutkan bahwa antusiasme pelaku UMKM terhadap program ini tergolong tinggi. Setiap hari, Halal Center Unsoed memproses sekitar 10 pengajuan Sertifikasi Halal Gratis.
“Sejak LP3H Unsoed berdiri pada 2022, kami telah menerbitkan lebih dari 15 ribu Sertifikat Halal Gratis. Kolaborasi dengan mahasiswa KKN menjadi strategi efektif agar UMKM di desa semakin legal dan produknya terjamin kehalalannya,” ujar Prof. Poppy.
Baca juga: ParagonCorp Perluas Akses Pengembangan Kepemimpinan Mahasiswa Lewat Novo Club Batch 4
Ia menjelaskan, sinergi tersebut merupakan agenda rutin tahunan Halal Center Unsoed yang bekerja sama dengan Pusat Pengembangan KKN (Pusbang KKN) Unsoed. Selain memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian masyarakat, program ini juga selaras dengan agenda nasional penguatan industri halal menuju Indonesia Emas 2045. Untuk mendukung kegiatan di lapangan, sebanyak 20 Pendamping Proses Produk Halal (P3H) diterjunkan mendampingi mahasiswa KKN.
Sementara itu, Ketua Pusbang KKN Unsoed, Dr. Ridlwan Kamaluddin, S.Kep., Ns., M.Kep., mengungkapkan bahwa KKN Unsoed tahun 2026 diikuti oleh 1.115 mahasiswa yang tergabung dalam KKN Reguler, KKN Tematik, dan KKN Nusa Persada.
“Kegiatan KKN berlangsung selama 35 hari, mulai 7 Januari hingga 10 Februari 2026,” jelasnya.
Ratusan mahasiswa tersebut disebar di enam kabupaten di Jawa Tengah, yakni Purbalingga, Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, Pemalang, dan Wonosobo, dengan jangkauan enam kecamatan dan 70 desa. Di lokasi KKN, mahasiswa tidak hanya melakukan pendampingan administrasi, tetapi juga edukasi pentingnya legalitas usaha dan sertifikasi halal bagi keberlanjutan UMKM.
Prof. Poppy berharap, kolaborasi antara Halal Center Unsoed dan mahasiswa KKN mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian desa. “Melalui pendampingan NIB dan Sertifikasi Halal Gratis ini, UMKM diharapkan menjadi legal, halal, dan semakin dipercaya konsumen, sehingga usaha mereka tumbuh dan membawa keberkahan,” pungkasnya.
Baca juga: Keluhan Opsen PKB Menguat, Ketua DPRD Banyumas Dorong Kajian Menyeluruh dan Transparan