ORBIT-NEWS.COM, YOGYAKARTA — Gelombang arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mulai terasa kuat di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta. Sehari menjelang berakhirnya masa angkutan Nataru, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang yang meninggalkan Yogyakarta dan sekitarnya.
Pada hari ke-17 penyelenggaraan Angkutan Nataru, Sabtu (3/1/2026), KAI Daop 6 Yogyakarta memberangkatkan sebanyak 30.119 penumpang dari berbagai stasiun. Sementara itu, jumlah penumpang yang tiba dan turun di wilayah Daop 6 tercatat mencapai 24.065 orang.
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengungkapkan bahwa peningkatan arus balik paling terasa di Stasiun Tugu Yogyakarta. Menurutnya, stasiun utama tersebut memberangkatkan 12.736 penumpang hanya dalam satu hari, meningkat sekitar 30 persen dibandingkan volume penumpang pada akhir pekan normal.
“Arus balik sudah mulai mendominasi, khususnya di Stasiun Tugu Yogyakarta. Hingga hari ini, masa Angkutan Nataru masih tersisa satu hari, dan masih tersedia sekitar 15.000 tiket keberangkatan dari berbagai stasiun di wilayah Daop 6,” jelasnya.
Baca juga: Obligasi Jadi Primadona Investasi Milenial dan Gen Z, Ini Alasan dan Cara Memulainya
Data pergerakan penumpang menunjukkan Stasiun Yogyakarta menjadi titik paling sibuk, dengan 12.736 penumpang berangkat dan 8.585 penumpang tiba. Stasiun Lempuyangan melayani 6.078 penumpang berangkat dan 4.757 penumpang datang. Di Jawa Tengah, Stasiun Solo Balapan juga mencatat arus cukup padat dengan 5.854 penumpang berangkat dan 5.632 penumpang tiba.
Sementara itu, stasiun-stasiun penyangga lainnya seperti Klaten dan Wates turut mengalami peningkatan aktivitas. Dari Stasiun Klaten, sebanyak 1.778 penumpang diberangkatkan dan 1.123 penumpang tiba. Adapun Stasiun Wates melayani 732 penumpang berangkat dan 563 penumpang datang. Selebihnya tersebar di stasiun lain di wilayah Daop 6 Yogyakarta.
KAI Daop 6 memastikan masih tersedianya ribuan kursi kereta api untuk masyarakat yang belum kembali ke kota asal. Sekitar 15.000 tiket masih tersedia, termasuk untuk rute-rute favorit seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, dan Semarang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera merencanakan perjalanan dan memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi mitra KAI. Penumpang juga dapat memanfaatkan fitur Connecting Train sebagai alternatif jika tiket pada rute langsung telah habis,” tambah Feni.
Sejumlah layanan kereta api keberangkatan dari Daop 6 yang masih menyediakan tempat duduk hingga 4 Januari 2026 antara lain KA Taksaka, Argo Dwipangga, Argo Lawu, Manahan, Lodaya Tambahan, Sancaka, serta beberapa KA tambahan relasi Yogyakarta–Gambir.
Baca juga: Stasiun Purwokerto Jadi Panggung Budaya, Barongsai Meriahkan Libur Imlek
Adapun stasiun tujuan yang paling banyak diminati penumpang dari wilayah Daop 6 meliputi Pasar Senen, Gambir, Surabaya Gubeng, Bandung, dan Malang. Berdasarkan tingkat okupansi, lima kereta api dengan penumpang terbanyak selama masa Nataru adalah KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Progo, dan KA Fajar Utama YK.
KAI memperkirakan puncak arus balik akan terjadi pada Minggu, 4 Januari 2026, bersamaan dengan hari terakhir libur Nataru. Masyarakat diimbau untuk memperhitungkan waktu perjalanan menuju stasiun dengan matang, mengingat potensi kepadatan lalu lintas jalan raya dan pengaturan arus kendaraan yang dapat memengaruhi waktu tempuh.
“Kami mengingatkan pelanggan agar datang lebih awal ke stasiun demi kenyamanan dan kelancaran perjalanan, sehingga tidak tertinggal kereta,” tutup Feni.