Banner Utama

Dinpertan Banyumas Mulai Uji Coba Pertanian Industrial, Targetkan Produktivitas Naik dan Pola Tanam Lebih Efisien

Berita Advetorial
Caption Foto : Petani di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang memulai tanam padi dengan menerapkan konsep pertanian industrial, Kamis (30/4/2026). (Foto : Hermiana E.Effendi). sistem

ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Banyumas resmi memulai uji coba konsep pertanian industrial di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang. Program ini menjadi langkah strategis dalam mendorong modernisasi sektor pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas petani melalui sistem pengelolaan terpadu.

Pada tahap awal, uji coba dilakukan di lahan seluas 4 hektare. Dalam skema ini, seluruh proses pertanian mulai dari pembibitan, penanaman, hingga pemupukan dilakukan secara serempak dan terjadwal dalam satu manajemen yang terintegrasi.

Kepala Dinpertan Banyumas, Arif Sukmo Buwono ST. MM, menjelaskan bahwa konsep pertanian industrial bertujuan menciptakan efisiensi dan keseragaman hasil produksi.

“Konsep ini mengajak petani untuk melakukan pembibitan, tanam, hingga pemupukan secara serempak dan terjadwal. Semua manajemen dikelola oleh BUMDes dengan pendampingan dari Penyuluh Pertanian Lapangan,” terangnya.

Menurut Arif, penerapan sistem ini berpotensi meningkatkan intensitas tanam. Petani yang sebelumnya hanya mampu menanam dua kali dalam setahun, diharapkan dapat meningkat menjadi tiga kali tanam dengan pola yang lebih terencana.

Baca juga: Pengedar Alprazolam di Banyumas Ditangkap, Polisi Telusuri Jaringan Lewat WhatsApp

Selain itu, seluruh lahan dikelola secara kolektif oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan perlakuan yang sama. Hal ini bertujuan menciptakan hasil panen yang merata dan lebih terukur.

“Hasil panen nantinya dibagi berdasarkan luas lahan masing-masing petani, setelah dikurangi biaya produksi. Dengan sistem ini, transparansi dan keadilan juga lebih terjamin,” jelasnya.

Caption : Caption Foto : Kepala Dinpertan Banyumas, Arif Sukmo Buwono ST. MM. (Foto : Hermiana E. Effendi).

Pengelolaan Tenaga Kerja

Baca juga: Hardiknas 2026 di Purbalingga: Siswa Berprestasi Borong Penghargaan, Bupati Fahmi Targetkan Tembus Kancah Global

Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Jatilawang, Katarina Agus Setyo Rini SP menjelaskan, untuk musim tanam kali ini, uji coba pengelolaan pertanian industrial baru dilakukan pada 4 hektar lahan. Sebagai tahap awal, dilakukan uji coba pengelolaan tenaga kerja terpadu, yang diterapkan mulai dari pembibitan, penanaman hingga pemupukan nantinya.

“Hari ini, kita sedang tanam bersama, tenaga kerja untuk tanam dikoordinir oleh korlam di bawah BUMDes. Jadi kita berikan pendampingan, tanamnya harus jajar legawa, bibit tanaman tidak boleh dipotong dan nanti berlanjut ke pemupukan juga kita jadwalkan bersamaan,” jelasnya, Kamis (30/4/2026).

Ia menegaskan, pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas pertumbuhan tanaman dan hasil panen.

Caption : Caption Foto : Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Jatilawang, Katarina Agus Setyo Rini SP. (Foto : Hermiana E. Effendi).

Baca juga: Tinggalkan Zona Nyaman, Siti Isbandiyah Dedikasikan Diri untuk Pendidikan Anak Kurang Mampu di Banyumas

Target Perluasan Hingga 100 Hektare

Ke depan, Dinpertan Banyumas menargetkan program pertanian industrial ini dapat diperluas hingga 100 hektare lahan di Desa Tinggarjaya. Pemerintah desa sendiri telah menyatakan dukungan dengan membuka peluang pemanfaatan tanah bengkok desa. Meski demikian, realisasi perluasan program masih mempertimbangkan kesiapan anggaran serta hasil evaluasi dari tahap uji coba saat ini.

“Uji coba ini akan berlangsung hingga panen. Setelah itu, baru kita evaluasi untuk diterapkan dalam skala yang lebih luas,” jelas Katarina. 

Di balik potensi besar yang ditawarkan, penerapan pertanian industrial juga menghadapi tantangan, terutama dalam mengubah pola pikir (mindset) petani tradisional. 

“Yang paling sulit adalah mengubah mindset petani. Tapi kami terus melakukan pendampingan dan edukasi. Dengan konsep terpadu ini, petani sebenarnya akan mendapatkan hasil yang lebih baik dan lebih stabil,” tuturnya. 

Baca juga: May Day 2026: Gubernur Jateng Luncurkan Daycare Khusus Anak Buruh di Ungaran

Program pertanian industrial ini menjadi bagian dari upaya transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Selain meningkatkan produktivitas, model ini juga diharapkan mampu memperkuat kelembagaan desa melalui peran aktif BUMDes. Dengan pengelolaan yang lebih profesional dan berbasis manajemen terpadu, pertanian di Banyumas diharapkan mampu bersaing serta memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi para petani di masa depan.



Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: