Banner Utama

Tinggalkan Zona Nyaman, Siti Isbandiyah Dedikasikan Diri untuk Pendidikan Anak Kurang Mampu di Banyumas

Banyumas Raya Pendidikan
By Ariyani  —  On May 01, 2026
Caption Foto : Siti Isbandiyah memilik meninggalkan zona nyaman dan menjadi kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 13 Banyumas. (Foto : Dok. Kemensos).

ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Di usia yang tak lagi muda, banyak orang memilih bersiap memasuki masa pensiun. Namun tidak demikian dengan Siti Isbandiyah. Di usia 56 tahun, mantan kepala sekolah di sejumlah SMA negeri favorit justru mengambil langkah tak biasa, yaitu memilih memimpin Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 13 Banyumas, Jawa Tengah.

Keputusan itu bukan tanpa alasan. Setelah puluhan tahun berkarier di dunia pendidikan, Siti merasa terpanggil untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini sulit mengakses pendidikan berkualitas.

Padahal, ia mengakui sempat ragu ketika pertama kali ditawari posisi tersebut. Saat itu, ia masih menjabat sebagai kepala sekolah di salah satu SMA unggulan di Purwokerto.

“Awalnya saya tidak tertarik karena sudah berada di posisi yang nyaman,” kata Siti.

Namun seiring waktu, panggilan hati itu semakin kuat. Pengalaman panjangnya sebagai guru Biologi di SMAN 1 Purwokerto hingga menjabat kepala sekolah di berbagai sekolah negeri seperti SMAN 1 Baturraden, SMAN 5 Purwokerto, hingga SMAN 2 Purwokerto, membuatnya sadar bahwa masih banyak anak yang belum tersentuh pendidikan layak.

Baca juga: Hardiknas 2026 di Sragen: SMKN 1 Kedawung Jadi Role Model Sekolah Vokasi Berbasis Agribisnis

Titik baliknya datang dari refleksi nilai spiritual. Ia teringat pesan dalam Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Ma’un, yang menyinggung pentingnya kepedulian terhadap kaum miskin.

“Saya berpikir, mungkin saya tidak bisa memberi dalam bentuk materi, tapi saya bisa memberi melalui pendidikan,” tuturnya.

Tantangan Berbeda

Sejak memimpin SRMP 13 Banyumas pada 2025, Siti menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan sekolah sebelumnya. Para siswa yang ia tangani berasal dari kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah, yakni Desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Banyak dari mereka datang dengan minim motivasi, bahkan tanpa harapan untuk melanjutkan pendidikan. Kondisi ekonomi keluarga yang sulit menjadi penghalang utama.

Baca juga: Pengedar Alprazolam di Banyumas Ditangkap, Polisi Telusuri Jaringan Lewat WhatsApp

“Anak-anak ini butuh perhatian lebih, pendampingan yang intens, dan pendekatan yang jauh lebih sabar,” jelasnya.

Meski penuh tantangan, perjalanan hampir dua semester terakhir justru menghadirkan kebahagiaan tersendiri. Siti menyaksikan perubahan signifikan pada para siswanya—dari yang semula pesimis menjadi berani bermimpi.

“Sekarang mereka mulai punya cita-cita dan berusaha mencapainya. Itu yang paling mengharukan,” katanya.

SRMP 13 Banyumas saat ini membina 50 siswa, terdiri dari 24 laki-laki dan 26 perempuan. Dalam menjalankan kegiatan belajar, Siti didukung oleh 12 guru, 10 wali asuh, 4 wali asrama, serta tenaga kependidikan lainnya.

Di akhir perbincangan, Siti menyampaikan apresiasinya terhadap Presiden Prabowo Subianto atas inisiatif program Sekolah Rakyat yang dinilai membuka harapan baru bagi anak-anak kurang mampu.

Baca juga: Hardiknas 2026 di Purbalingga: Siswa Berprestasi Borong Penghargaan, Bupati Fahmi Targetkan Tembus Kancah Global

“Program ini bukan hanya memberi pendidikan, tapi juga masa depan. Anak-anak ini akhirnya punya kesempatan yang sebelumnya tidak mereka miliki,” pungkasnya.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: