Banner Utama

Lonjakan Kasus Katarak Tembus 650 Ribu, Kemenkes Perkuat Operasi Gratis dan Skrining Nasional

Kesehatan
By Ariyani  —  On Apr 27, 2026
Caption Foto ; Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono memeriksa salah satu warga di Baksos Operasi Katarak. (Foto : Dok. Kemenkes).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Indonesia tengah menghadapi tekanan besar di sektor kesehatan mata. Sepanjang 2025, jumlah kasus kebutaan akibat katarak diperkirakan mencapai 600 hingga 650 ribu orang, menjadi ancaman serius bagi kualitas hidup dan produktivitas masyarakat, terutama kelompok lanjut usia.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono mengatakan, katarak bukan sekadar persoalan medis, tetapi juga berdampak luas pada aspek sosial dan ekonomi. Kehilangan penglihatan dinilai berbanding lurus dengan menurunnya kemandirian seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Jika katarak tidak ditangani, yang hilang bukan hanya penglihatan, melainkan juga peran sosial dan produktivitas mereka,” kata Dante.

Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan katarak menjadi penyebab utama kebutaan pada kelompok usia di atas 50 tahun, dengan kontribusi mencapai 81,2 persen. Fakta ini diperkuat hasil skrining program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025–2026, di mana dari 23,35 juta orang yang diperiksa, sekitar 2,95 juta mengalami gangguan mata.

Kondisi tersebut menggambarkan tingginya urgensi penanganan kesehatan penglihatan secara nasional. Penderita katarak bahkan disebut dapat kehilangan hingga 80 persen akses informasi visual, yang berdampak langsung pada produktivitas dan kualitas hidup.

Baca juga: Daftar Buah Tinggi Gula yang Perlu Diwaspadai, Ini Dampaknya dan Cara Aman Mengonsumsinya

Perkuat Skrining Mata

Sebagai respons, Kemenkes memperkuat dua strategi utama, yakni integrasi skrining mata dalam program CKG 2026 serta menjamin layanan operasi katarak melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional agar lebih mudah diakses masyarakat.

Selain itu, kolaborasi dengan mitra internasional turut digencarkan. Kemenkes menggandeng Noor Dubai Foundation dan Perdami untuk menghadirkan operasi katarak gratis bagi 500 pasien selama Januari hingga Mei 2026. Program ini menyasar wilayah Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Dalam Peta Jalan Kesehatan Penglihatan 2025–2030, Kemenkes menargetkan minimal 60 persen penderita katarak mendapatkan tindakan operasi dengan hasil penglihatan optimal. Hingga 2025, kapasitas operasi nasional telah mencapai 634.642 tindakan atau sekitar 92 persen dari target.

Menutup pernyataannya, Wamenkes kembali menekankan pentingnya percepatan penanganan katarak agar tidak menjadi beban berkepanjangan bagi masyarakat.

Baca juga: 6 Kesalahan Intermittent Fasting yang Sering Terjadi, Bisa Ganggu Kesehatan Jika Diabaikan

“Dunia yang dulu jelas perlahan menjadi buram. Penderita seolah kehilangan terang di sisa hidupnya,” pungkasnya.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: