Banner Utama

Pemprov Jateng Tancap Gas Tangani Banjir Pekalongan, 12 Pompa dan Logistik Ratusan Juta Disalurkan

Daerah
By Vivin  —  On Feb 10, 2026
Caption Foto : Pemprov Jateng menurunkan 12 pompa air untuk menangani banjir di Pekalongan.(Foto ; Dok. Kominfo Jateng).

ORBIT-NEWS.COM, PEKALONGAN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat langkah tanggap darurat untuk menanggulangi banjir yang melanda Kota dan Kabupaten Pekalongan. Sebanyak 12 unit pompa air dikerahkan, ditambah distribusi logistik senilai ratusan juta rupiah untuk meringankan beban warga terdampak. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan, penanganan banjir harus dilakukan secara terpadu dan cepat.

“Segala kebutuhan pengungsi harus segera dipenuhi,” tegasnya, Selasa (10/2/2026).

Koordinasi lintas instansi menjadi kunci efektifitas penanganan. Tim Pemprov bekerja sama dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta berbagai dinas teknis untuk memastikan langkah darurat tepat sasaran. Upaya yang dilakukan mencakup pompanisasi, penguatan tanggul dengan sandbag, dan penyaluran logistik kebutuhan dasar warga.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Bergas Catur Penanggungan, menyebutkan, bantuan pertama diberikan pada 7 Januari 2026. Total Rp359.395.578 telah disalurkan ke Kota dan Kabupaten Pekalongan, mencakup makanan, selimut, peralatan evakuasi, dan perlengkapan keluarga.

"Bantuan akan terus mengalir melalui Dinsos, BPBD, Dishanpan, dan Korpri Provinsi Jateng,” jelasnya.

Baca juga: Jalur Semarang–Purwodadi Putus Total, Polisi Terapkan Pengalihan Arus dan Siaga Penuh di Grobogan

Selain bantuan darurat, Pemprov Jateng terus memantau kondisi banjir dan mengambil langkah mitigasi tambahan agar dampak banjir dapat diminimalkan, sekaligus mempercepat pemulihan wilayah terdampak.

“Prioritas kami adalah keselamatan warga dan pemulihan kondisi secepat mungkin,” kata Bergas.

Secara rinci, Pemprov menurunkan 12 unit pompa mobile: delapan unit dari DPUPR dan empat unit dari BPBD daerah, termasuk Demak, Kota Semarang, Kota Solo, dan Pemalang. Pompa ini ditujukan untuk mempercepat surutnya air di wilayah cekungan yang terdampak limpasan Sungai Sengkarang dan Sungai Meduri, terutama saat curah hujan tinggi.

Kepala Dinas Sosial Jateng, Imam Maskur, menambahkan, “Kami memastikan dapur umum, tempat pengungsian, dan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Meskipun bersifat sementara, pengungsian harus nyaman.”

Dengan langkah cepat dan terkoordinasi ini, warga Pekalongan diharapkan segera bisa kembali beraktivitas normal, sementara pemerintah terus memantau ketinggian air dan curah hujan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

Baca juga: 532 Warga Brebes Terdampak Tanah Gerak, Pemprov Jateng Percepat Relokasi dan Pembangunan Huntara

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: