ORBIT-NEWS.COM, PURBALINGGA – Upaya pemulihan wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Purbalingga terus dikebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengerahkan puluhan alat berat lintas instansi untuk membuka akses jalan, membersihkan material longsor, serta menormalkan aliran sungai yang tertutup akibat bencana.
Pengerjaan difokuskan di sejumlah titik krusial di Desa Serang dan Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, wilayah yang sebelumnya sempat terisolasi akibat tertutup material batu, lumpur, dan kayu berukuran besar.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Purbalingga, Revon Harpindiat, menyebutkan penanganan darurat ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai instansi, mulai dari BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), pemerintah desa, hingga relawan kebencanaan.
“Penanganan kami prioritaskan pada pembukaan akses dan infrastruktur vital. Jalan harus bisa dilewati, sungai harus kembali mengalir normal, agar aktivitas warga dan distribusi bantuan tidak terhambat,” kata Revon.
Di Kaliurip Dukuh, Desa Serang, menjadi salah satu titik terpadat pengerjaan alat berat. Di lokasi ini, satu unit excavator PC 200 milik BBWSSO, satu unit excavator PC 75 dari DPUPR, tiga unit dump truck, serta dua unit bulldozer dari DPUPR dan BBPJN dikerahkan untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan dan sungai.
Baca juga: Jalur Semarang–Purwodadi Putus Total, Polisi Terapkan Pengalihan Arus dan Siaga Penuh di Grobogan
Sementara di Kaliurip Gunung, satu unit excavator PC 200 milik pemerintah desa bekerja bersama tiga unit dump truck dari DPUPR dan BBPJN untuk membuka jalur penghubung antarwilayah. Penanganan serupa dilakukan di wilayah Gunungmalang dengan dukungan excavator PC 75 dan bulldozer, serta di Dukuh Bambangan, Desa Kutabawa, menggunakan excavator PC 200 dari DPUPR.
Kerusakan Jembatan
Selain kerusakan jalan, BPBD juga mencatat kerusakan berat pada infrastruktur jembatan. Sedikitnya lima jembatan dilaporkan putus, termasuk jembatan penghubung Desa Kutabawa, Kabupaten Purbalingga, dengan Desa Clekatakan, Kabupaten Pemalang. Untuk sementara, sejumlah titik dipasangi jembatan darurat dan box culvert agar alat berat serta kendaraan logistik dapat melintas.
Dari sisi kemanusiaan, BPBD mencatat jumlah pengungsi mencapai 1.133 jiwa. Mayoritas pengungsi berada di Desa Serang dengan total 1.004 jiwa, yang tersebar di Vila Serang, Sambas, serta pengungsian mandiri di rumah-rumah warga. Sementara di Desa Sangkanayu, terdapat 129 pengungsi yang menempati Sangkanayu Hills dan rumah warga sekitar. BPBD bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait terus memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi, mulai dari logistik pangan, air bersih, hingga layanan kesehatan.
Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, menegaskan bahwa pembukaan akses jalan menjadi kunci utama percepatan pemulihan pascabencana, termasuk untuk mendukung perbaikan jaringan listrik yang terdampak.
Baca juga: 532 Warga Brebes Terdampak Tanah Gerak, Pemprov Jateng Percepat Relokasi dan Pembangunan Huntara
“Dengan akses terbuka, PLN bisa segera masuk untuk memulihkan jaringan listrik. Distribusi bantuan juga bisa berjalan lancar. Koordinasi lintas sektor terus kami perkuat agar penanganan berjalan cepat dan tepat,” ujarnya.
Bupati juga memastikan pihaknya akan mengupayakan dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat, khususnya untuk pembangunan kembali jembatan permanen yang rusak berat akibat terjangan banjir dan longsor.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.