Banner Utama

Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari Hadir dengan Wajah Baru, Gratis Dikunjungi Selama Masa Uji Coba

Nasional Wisata
By Ariyani  —  On Jan 18, 2026
Caption Foto : Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari (MINHA) kembali dibuka, selama uji coba 13-31 Januari 2026 digratiskan.(Foto : Dok.Kemenbud).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari (MINHA) kembali membuka layanan kunjungan bagi masyarakat setelah menyelesaikan proses revitalisasi. Museum yang berada di kawasan Pesantren Tebuireng, Jombang, tepatnya di kompleks makam Presiden ke-4 Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), kini tampil dengan konsep pameran yang lebih modern, edukatif, dan komunikatif.

Pembukaan kembali museum diawali dengan masa uji coba layanan pengunjung yang berlangsung pada 13 hingga 31 Januari 2026. Selama periode tersebut, masyarakat dapat mengunjungi seluruh area museum tanpa dipungut biaya. Kebijakan ini diterapkan untuk menguji kesiapan sarana dan prasarana, sistem layanan, serta kualitas pengalaman pengunjung sebelum museum beroperasi secara penuh.

MINHA dikelola oleh Museum dan Cagar Budaya, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Revitalisasi dilakukan sebagai upaya memperkuat fungsi museum sebagai ruang pelestarian sejarah Islam di Nusantara sekaligus pusat edukasi publik yang inklusif. Penataan ulang mencakup alur kunjungan, tata pamer, serta penyajian narasi sejarah yang disusun lebih sistematis dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

Wajah baru MINHA menghadirkan pameran tematik yang tersebar di Lantai I dan Lantai II. Revitalisasi ini mencakup penambahan ruang dan zona edukatif yang menampilkan perjalanan panjang peradaban Islam di Indonesia, mulai dari awal masuknya Islam, perkembangan pesantren, peran ulama, hingga kontribusi tokoh-tokoh Islam dalam masa perjuangan dan kemerdekaan bangsa.

Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Esti Nurjadin, menyampaikan bahwa pembaruan tata pamer bertujuan memperkaya pengalaman pengunjung dalam menelusuri sejarah Islam Indonesia secara lebih utuh dan kontekstual. Museum, menurutnya, tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga sebagai ruang dialog budaya dan pembelajaran lintas generasi.

Baca juga: Haedar Nashir Ajak Umat Islam Jadikan Ramadan 1447 H Momentum Penguatan Takwa dan Kemajuan Peradaban

Melalui pembukaan kembali MINHA, diharapkan informasi mengenai bukti-bukti peradaban Islam di Indonesia dapat tersampaikan secara komprehensif. Kehadiran wajah baru museum ini diharapkan mampu memperkuat nilai toleransi, kebhinekaan, serta keteladanan ulama besar KH Hasyim Asy’ari dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Setelah masa uji coba berakhir, pengelola akan kembali memberlakukan tarif kunjungan mulai 1 Februari 2026. Evaluasi selama masa uji coba akan menjadi dasar penyempurnaan layanan agar museum mampu memberikan pengalaman yang aman, nyaman, dan edukatif bagi seluruh pengunjung.

Kementerian Kebudayaan menegaskan bahwa revitalisasi Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan museum nasional. Melalui penguatan narasi sejarah, tata kelola, dan layanan publik, museum diharapkan semakin adaptif terhadap perkembangan zaman serta mampu memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan budaya dan sejarah Indonesia.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: