Banner Utama

BNPB Catat Rentetan Bencana Awal Januari 2026, Banjir Dominasi Sejumlah Daerah dan Aktivitas Gunung Lewotobi Meningkat

Nasional
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Jan 06, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah kejadian bencana yang terjadi pada periode 4–5 Januari 2026. Memasuki puncak musim hujan, banjir dan cuaca ekstrem mendominasi bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, BNPB juga memberi perhatian khusus pada meningkatnya aktivitas geologi Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., menyampaikan bahwa tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir berdampak signifikan terhadap kondisi lingkungan dan keselamatan masyarakat.

“Awal Januari ini kita memasuki fase puncak musim hujan. Curah hujan tinggi yang terjadi secara merata di berbagai wilayah memicu banjir, longsor, hingga cuaca ekstrem. Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah,” ujar Abdul Muhari.

Banjir Landa Empat Provinsi

Hujan lebat yang terjadi pada Sabtu (3/1/2026) menyebabkan banjir di sejumlah daerah, di antaranya Provinsi Lampung, Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Barat. Di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, banjir merendam empat kecamatan, yakni Gondang Wetan, Rejoso, Winongan, dan Grati. Tinggi genangan air berkisar antara 10 hingga 50 sentimeter dan berdampak pada 216 kepala keluarga. BPBD setempat melaporkan bahwa pada Minggu (4/1) kondisi banjir berangsur surut, khususnya di Kecamatan Winongan dan Gondang Wetan.

Baca juga: Haedar Nashir Ajak Umat Islam Jadikan Ramadan 1447 H Momentum Penguatan Takwa dan Kemajuan Peradaban

Sementara itu, di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, luapan Sungai Asuangsang akibat hujan deras menggenangi Desa Tempapan Hulu dan Desa Sijang di Kecamatan Galing. Sebanyak 220 kepala keluarga atau sekitar 1.100 jiwa terdampak. Kerugian material meliputi 220 unit rumah, dua fasilitas ibadah, dan satu fasilitas pendidikan. Hingga Minggu (4/1/2026), banjir di wilayah ini dilaporkan belum surut.

Banjir juga melanda Desa Mekar Jaya, Kecamatan Batang Hari, Kabupaten Lampung Timur. BPBD mencatat 66 jiwa terdampak, serta terputusnya akses jalan penghubung Belimbing–Jabung akibat genangan air setinggi 10–40 sentimeter yang masih cenderung meningkat. Di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, hujan lebat memicu banjir di Kecamatan Sanggar, tepatnya di Desa Boro dan Desa Kore. Ketinggian air mencapai 20–60 sentimeter dan berdampak pada 51 jiwa. Sebanyak 15 rumah serta dua akses jalan terdampak material lumpur. Hingga kini, BPBD bersama tim gabungan masih melakukan pembersihan drainase yang tersumbat.

Cuaca Ekstrem Terjang Serang

Selain banjir, cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kota dan Kabupaten Serang, Banten, pada Jumat (2/1/2026). Di Kota Serang, banjir menggenangi enam kelurahan di Kecamatan Kasemen dan Serang. Sebanyak 1.671 kepala keluarga atau 4.531 jiwa terdampak, dengan 1.266 rumah terendam serta sejumlah fasilitas umum ikut terdampak. BPBD bersama Dinas Sosial membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar warga. Kondisi banjir dilaporkan mulai surut pada Minggu (4/1/2026).

Di Kabupaten Serang, banjir meluas ke 13 desa di delapan kecamatan dan berdampak pada sekitar 11.700 jiwa. Selain merendam ribuan rumah, banjir juga menggenangi 108 hektare lahan persawahan pada fase awal tanam. Tim Reaksi Cepat BPBD diterjunkan untuk asesmen dan pendistribusian logistik.

Baca juga: Di Tengah Ancaman Iklim, Indonesia Catat Rekor Terendah Kematian DBD

Di sisi lain, BNPB juga memantau perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Sejak 24 Desember 2025, status gunung api tersebut dinaikkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas). Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api hingga Minggu (4/1), tercatat puluhan kejadian gempa vulkanik dan tremor. Meski intensitas kegempaan masih tinggi, tren menunjukkan penurunan secara bertahap.

“Masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 6 kilometer serta 7 kilometer sektoral barat laut hingga timur laut dari pusat erupsi. Selain erupsi, potensi banjir lahar juga perlu diwaspadai mengingat saat ini masih musim hujan,” tegas Abdul Muhari.

BNPB mengimbau masyarakat di daerah rawan bencana untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, mengenali potensi risiko di lingkungannya, serta segera melapor kepada aparat setempat apabila terjadi kondisi darurat.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: