Banner Utama

Perkuat Ketahanan Bangsa dari Desa, Anggota MPR RI Tanamkan Nilai Bela Negara di Banyumas

Politik
By Hermiana  —  On Dec 24, 2025
Caption Foto : Anggota MPR RI, H. Wastam SE, SH, MH menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. (Foto : Dok. Tim Wastam).

ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS - Semangat bela negara kembali digaungkan dari tingkat desa. Dalam rangka memperingati Hari Bela Negara, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini menjadi ruang edukasi publik untuk menegaskan bahwa menjaga keutuhan bangsa bukan hanya tugas aparat negara, melainkan tanggung jawab seluruh warga.

Anggota MPR RI, H. Wastam SE, SH, MH menekankan bahwa konsep bela negara telah mengalami perluasan makna seiring perkembangan zaman. Menurutnya, bela negara tidak identik dengan perang atau penggunaan senjata, tetapi tercermin dalam sikap sehari-hari masyarakat yang mencintai tanah air, taat hukum, serta aktif menjaga persatuan dan keharmonisan sosial.

“Bela negara berangkat dari kesadaran sebagai warga bangsa. Ketika masyarakat jujur, peduli, dan berkontribusi positif bagi lingkungannya, di situlah nilai bela negara hidup,” ujar H. Wastam di hadapan peserta sosialisasi.

Baca juga: Jelang Ramadan, DPR Soroti Kesiapan Stok Pangan dan Peran Bulog Kendalikan Harga

Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai bela negara berakar kuat pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Setiap sila Pancasila, lanjutnya, mengandung pesan moral yang relevan dengan pembelaan negara, mulai dari keimanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, hingga keadilan sosial.

Secara konstitusional, kewajiban bela negara ditegaskan dalam Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 30 ayat (1) UUD 1945. Kedua pasal tersebut menegaskan bahwa upaya pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta, yang melibatkan seluruh elemen bangsa sesuai peran dan kemampuannya.

Kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, hingga warga,dikemas secara interaktif. Diskusi berkembang dinamis ketika peserta mengaitkan konsep bela negara dengan tantangan nyata di masyarakat, seperti maraknya hoaks, menurunnya etika sosial, hingga ancaman narkoba dan radikalisme.

Salah satu peserta, Nelly, mempertanyakan relevansi peran masyarakat dalam bela negara di tengah keberadaan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Menanggapi hal tersebut, H. Wastam menegaskan bahwa kekuatan pertahanan negara tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga sosial dan moral.

“TNI menjaga kedaulatan wilayah, sementara masyarakat menjaga ketahanan bangsa dari ancaman nonmiliter. Jika masyarakat terpecah, mudah terprovokasi, dan abai terhadap nilai kebangsaan, maka bangsa ini rapuh dari dalam,” jelasnya.

Baca juga: Dorong Revitalisasi Total Wisata Guci, Abdul Fikri Faqih Usulkan Akses Gratis Pancuran 13 untuk Dongkrak Ekonomi Warga

Ia menambahkan bahwa kontribusi warga dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti menanamkan nilai Pancasila kepada generasi muda, menjaga kerukunan antarwarga, serta aktif dalam pembangunan dan kegiatan sosial di desa.

Menutup kegiatan, MPR RI menegaskan komitmennya untuk terus memperluas Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan hingga ke tingkat akar rumput. Momentum Hari Bela Negara dinilai penting untuk mengingatkan kembali bahwa cinta tanah air harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar slogan.

Dari Desa Pancurendang, pesan kebangsaan itu disuarakan: membela negara berarti memperkuat Indonesia dari lingkungan terdekat, demi mewujudkan bangsa yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: