ORBITNEWS.COM, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga bergerak cepat menyikapi terputusnya akses jalan akibat longsor di Desa Danasari, Kecamatan Karangjambu. Bencana yang terjadi pada Minggu sore itu menyebabkan Dusun Danareja terisolasi setelah jalan desa sekaligus Jalan Usaha Tani amblas dan tak bisa dilalui.
Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif menjelaskan, longsor tersebut berdampak signifikan karena memutus satu-satunya jalur penghubung warga dengan wilayah lain. Sedikitnya 12 rumah warga terdampak langsung karena akses keluar-masuk sama sekali tidak bisa dilewati, baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki.
“Ini bukan sekadar jalan desa yang terputus, tapi satu-satunya akses warga. Kondisi ini tentu menyulitkan aktivitas sehari-hari, termasuk distribusi logistik dan akses layanan,” ujarnya di lokasi.
Sebagai solusi jangka pendek, Pemkab Purbalingga menyiapkan pembangunan jembatan darurat jenis krapyak agar konektivitas warga segera pulih. Pembangunan jembatan ini akan melibatkan dukungan sejumlah pihak, termasuk Baznas dan PMI, guna mempercepat proses pengerjaan.
Baca juga: Jalur Semarang–Purwodadi Putus Total, Polisi Terapkan Pengalihan Arus dan Siaga Penuh di Grobogan
Sementara itu, BPBD Kabupaten Purbalingga bersama warga dan unsur terkait telah melakukan langkah darurat dengan membuka jalur setapak alternatif di sisi longsoran. Jalur tersebut dibuat dengan persetujuan pemilik lahan setempat, namun hanya bisa digunakan pejalan kaki dan belum memungkinkan dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Tak hanya berdampak pada akses transportasi, longsor juga menyebabkan saluran irigasi pertanian rusak. Akibatnya, sekitar 25 hektare lahan persawahan terancam mengalami kekeringan apabila tidak segera ditangani.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Purbalingga melalui Dinas Pekerjaan Umum akan memfasilitasi pemasangan pipa sementara guna menghubungkan kembali saluran irigasi yang terputus, sehingga aliran air ke sawah tetap terjaga.
Bupati menegaskan, penanganan permanen akan menjadi perhatian serius mengingat longsor di lokasi yang sama sudah terjadi lebih dari satu kali. Selain upaya teknis, pemerintah daerah juga telah menyalurkan bantuan logistik dan sembako kepada warga terdampak untuk meringankan beban mereka serta memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi.
“Kami pastikan warga dalam kondisi aman, dan penanganan akan terus berlanjut sampai akses dan aktivitas masyarakat benar-benar pulih,” pungkasnya.
Baca juga: 532 Warga Brebes Terdampak Tanah Gerak, Pemprov Jateng Percepat Relokasi dan Pembangunan Huntara