Banner Utama

Yakon dari Lereng Dieng: Komoditas Sehat Desa Bakal yang Disiapkan Jadi Daya Tarik Wisata Agro

Banyumas Raya Kuliner
By Vivin  —  On Feb 07, 2026
Caption Foto : Umbi Yakon, komoditas unggulan dari lereng Dieng, Kabupaten Banjarnegara.(Foto ; Dok. Kominfo Banjarnegara).

ORBIT-NEWS.COM, BANJARNEGARA – Kawasan Dataran Tinggi Dieng selama ini dikenal lewat pesona alam dan wisata budayanya. Namun, di balik lanskap pegunungan yang sejuk, wilayah ini juga menyimpan potensi pertanian bernilai tinggi. Salah satunya tumbuh di Desa Bakal, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, melalui pengembangan Umbi Yakon sebagai komoditas unggulan berbasis kesehatan dan wisata agro.

Desa yang berada di lereng Dieng tersebut kini mulai dikenal sebagai sentra budidaya Yakon, tanaman asal Amerika Selatan yang belakangan mendapat perhatian karena kandungan gizinya. Yakon kerap disebut sebagai “tanaman insulin alami” lantaran dinilai aman dikonsumsi penderita diabetes serta bermanfaat bagi kesehatan pencernaan.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Bakal, Hermawan, mengatakan Yakon sejatinya bukan tanaman baru bagi warga setempat. Tanaman ini telah lama tumbuh di sekitar lahan pertanian warga, namun kerap diabaikan karena belum diketahui manfaatnya.

“Sejak dulu Yakon sebenarnya sudah ditanam oleh orang tua kami di pinggiran kebun. Tapi karena belum tahu kegunaannya, sering dianggap tidak penting bahkan dibuang,” kata Hermawan.

Kesadaran untuk mengembangkan Yakon secara serius mulai tumbuh sejak 2015, seiring munculnya berbagai hasil penelitian yang mengungkap manfaat kesehatannya. Sejak saat itu, Yakon mulai diposisikan sebagai komoditas unggulan sekaligus identitas baru Desa Bakal.

Baca juga: Keluhan Opsen PKB Menguat, Ketua DPRD Banyumas Dorong Kajian Menyeluruh dan Transparan

Pengembangan tanaman ini dipusatkan di kawasan Bosweisen yang kini disiapkan sebagai area wisata agro terpadu seluas sekitar 15 hektar. Di lokasi tersebut, pengunjung tidak hanya dapat melihat langsung kebun Yakon, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai budidaya kopi, kol ungu, terung Belanda, serta berbagai sayuran khas dataran tinggi Dieng.

Dari sisi produksi, Yakon di Desa Bakal dikelola secara berkelanjutan. Saat ini tercatat sekitar 20.000 batang tanaman telah memasuki masa panen, sementara sekitar 10.000 batang lainnya masih dalam tahap pertumbuhan. Setiap batang mampu menghasilkan umbi seberat 3 hingga 5 kilogram dengan masa tanam berkisar enam hingga tujuh bulan.

“Permintaan Yakon terus meningkat. Selain dipasarkan di wilayah lokal, kami juga mengirimkan hasil panen ke Jakarta dan menjualnya melalui platform daring,” tambahnya.

Di tingkat petani, Umbi Yakon dipasarkan dengan harga sekitar Rp25.000 per kilogram. Permintaan yang stabil dinilai memberikan peluang ekonomi baru bagi warga desa, sekaligus mendorong diversifikasi pertanian di kawasan Dieng.

Prebiotik Alami

Baca juga: Jaga Kekhusyukan Ramadan, Polresta Banyumas Tingkatkan Patroli di Jam Rawan

Dari sisi kesehatan, Yakon dikenal sebagai pangan fungsional karena kandungan Fruktooligosakarida (FOS) dan inulin yang tinggi. Kandungan tersebut berperan sebagai prebiotik alami yang membantu menjaga kesehatan pencernaan tanpa memicu lonjakan kadar gula darah. Tekstur Yakon yang renyah dengan rasa manis alami membuatnya dapat dikonsumsi langsung, diolah menjadi jus, maupun dijadikan sirup.

Selain itu, Yakon juga mengandung antioksidan serta mineral penting seperti kalium, kalsium, dan magnesium yang bermanfaat bagi kesehatan tulang dan jantung. Kandungan kalorinya yang rendah juga menjadikan Yakon cocok untuk mendukung program diet dan pengendalian berat badan.

Meski sempat beredar berbagai klaim nonilmiah terkait manfaatnya, pengelola menegaskan bahwa pengembangan Yakon di Desa Bakal tetap berlandaskan pada hasil riset, khususnya dalam mendukung pengendalian gula darah dan kesehatan metabolik.

Dengan perpaduan potensi pertanian sehat dan panorama alam khas Dieng, Desa Bakal kini bersiap menjadikan Yakon sebagai daya tarik baru wisata agro. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi desa sekaligus menghadirkan alternatif wisata edukatif berbasis kesehatan bagi masyarakat luas.

Baca juga: Lansia di Sruweng Tewas Tersengat Listrik Saat Cari Rumput, Polisi Imbau Warga Waspada Instalasi Berbahaya

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: