ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Sekolah inklusi menjadi fokus utama, dengan harapan semua anak, termasuk penyandang disabilitas, dapat menikmati hak belajar secara setara.
Hal ini ditegaskan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jateng 2026 dan Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, yang digelar di Gradhika Bhakti Praja, Semarang.
“Penanganan penyandang disabilitas harus sistematis dan terintegrasi. Dengan sinkronisasi data dan penguatan regulasi, kami ingin memastikan akses pendidikan dan kesejahteraan mereka merata di 35 kabupaten/kota,” kata Wagub Taj Yasin.
Berdasarkan data Dinas Sosial Jateng, saat ini tercatat sekitar 100 ribu penyandang disabilitas di Jawa Tengah. Mereka tersebar di seluruh wilayah, dan Pemprov telah memiliki peta sebaran yang menjadi dasar kebijakan. Wagub menekankan, ketersediaan data ini memungkinkan penataan ulang aksesibilitas agar lebih presisi.
“Kami akui masih ada kekurangan dalam pendidikan dan kelayakan hidup. Inilah alasan kami menata kembali agar penanganannya tepat sasaran,” tegas Wagub.
Baca juga: ParagonCorp Perluas Akses Pengembangan Kepemimpinan Mahasiswa Lewat Novo Club Batch 4
Dalam lima tahun terakhir, Pemprov Jateng gencar melakukan kampanye sekolah inklusif dan peningkatan kesadaran masyarakat. Wagub menekankan bahwa sebelum hak teknis dapat dipenuhi, masyarakat harus memahami pentingnya mendukung penyandang disabilitas agar dapat hidup mandiri dan produktif.
Musrenbang 2026
Lebih lanjut Taj Yasin menyampaikan, Musrenbang 2026 menjadi wadah strategis bagi komunitas difabel untuk menyampaikan aspirasi. Wagub menegaskan, seluruh masukan dari komunitas difabel akan diintegrasikan ke RKPD 2027, dan Dinas Pendidikan diminta mengevaluasi efektivitas sekolah inklusif agar tidak ada anak disabilitas yang tertinggal. Langkah ini diharapkan memperkuat komitmen Jawa Tengah dalam menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, sesuai tema pembangunan daerah tahun ini: “Maju Bersama, Tak Ada yang Tertinggal.”
Didik Sugiyanto, perwakilan Roemah Difabel Jawa Tengah, menyatakan apresiasi terhadap Gubernur Jateng yang mendeklarasikan diri sebagai “Bapak Disabilitas”. Namun, ia juga menyoroti perlunya percepatan penyelesaian Rencana Aksi Daerah (RAD) Disabilitas sesuai UU No. 8 Tahun 2016 dan Perda Jateng No. 2 Tahun 2023.
“Kami masih menemukan penyandang disabilitas usia sekolah yang tidak sekolah, dan usia produktif yang belum bekerja. Penyelesaian RAD sangat penting agar solusi bisa berjalan sistematis,” ungkap Didik.
Baca juga: 37 Ribu Lebih Siswa Berebut Kursi Madrasah Unggulan, Seleksi SNMB 2026/2027 Kian Kompetitif
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.