Banner Utama

Tak Perlu Takut Sesak, Ini Deretan Olahraga Aman yang Justru Bantu Kendalikan Asma

Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Olahraga sering kali dianggap sebagai pemicu serangan asma. Padahal, dengan pemilihan jenis aktivitas yang tepat, olahraga justru dapat membantu penderita asma mengendalikan gejala dan meningkatkan kualitas hidup.

Asma merupakan penyakit pernapasan kronis yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas. Kondisi ini dapat menyebabkan sesak napas, nyeri dada, batuk, hingga bunyi mengi. Aktivitas fisik yang terlalu berat kerap menjadi pemicu kambuhnya asma, sehingga penderita perlu cermat dalam memilih jenis olahraga.

Meski demikian, penderita asma tetap dianjurkan untuk berolahraga secara rutin dengan intensitas ringan hingga sedang. Sejumlah penelitian menunjukkan, olahraga yang tepat dapat meningkatkan kebugaran, memperkuat fungsi paru-paru, dan menurunkan risiko kekambuhan. Berikut beberapa jenis olahraga yang dinilai aman bagi penderita asma:

  1. Jalan kaki
    Jalan kaki menjadi pilihan olahraga paling sederhana dan aman. Aktivitas ini terbukti mampu membantu mengendalikan asma jika dilakukan secara rutin, misalnya tiga kali seminggu selama sekitar 30 menit. Jalan kaki dengan tempo santai, disertai pemanasan dan pendinginan, dapat meningkatkan kebugaran tanpa memicu gangguan pernapasan.

  2. Yoga
    Yoga, khususnya yoga hatha, membantu melatih pernapasan sekaligus meningkatkan fleksibilitas tubuh. Latihan ini juga memberikan efek relaksasi yang berperan dalam menekan stres, salah satu faktor pemicu asma. Praktik yoga secara teratur diketahui dapat meningkatkan kualitas hidup penderita asma.

    Baca juga: Salah Pilih Sepatu Olahraga Bisa Picu Cedera, Ini Panduan Menentukan yang Tepat

  3. Bersepeda
    Bersepeda santai, baik di luar ruangan maupun menggunakan sepeda statis di dalam ruangan, tergolong aman bagi penderita asma. Selain melatih paru-paru, olahraga ini juga bermanfaat bagi kesehatan jantung. Penderita asma disarankan menghindari kecepatan tinggi atau kondisi udara yang terlalu dingin.

  4. Berenang
    Berenang membantu memperkuat otot-otot pernapasan dan memungkinkan paru-paru menghirup udara yang hangat dan lembap. Namun, penderita asma sebaiknya membatasi durasi berenang karena paparan klorin di kolam renang berpotensi memicu iritasi saluran napas.

  5. Olahraga dengan raket
    Olahraga seperti tenis, bulu tangkis, squash, dan baseball memungkinkan pemain mengatur tempo permainan dan beristirahat secara berkala. Fleksibilitas intensitas ini membuat olahraga raket relatif aman bagi penderita asma.

  6. Lari jarak pendek
    Lari masih dapat dilakukan oleh penderita asma asalkan dalam jarak pendek. Lari sejauh 1–1,5 kilometer dengan durasi sekitar 10 menit dinilai aman. Sebaliknya, lari jarak jauh atau maraton berisiko memicu serangan asma.

  7. Voli
    Voli tidak menuntut aktivitas lari terus-menerus dan melibatkan kerja tim, sehingga beban fisik lebih ringan. Gerakan dalam permainan voli juga relatif singkat, membuat olahraga ini cocok bagi penderita asma.

    Baca juga: Diet Raw Food Kian Populer, Tren Makan Tanpa Masak yang Diklaim Lebih Sehat

Sebaliknya, olahraga dengan intensitas tinggi dan minim jeda, seperti sepak bola, bola basket, atau lari jarak jauh, sebaiknya dihindari karena berisiko memicu gejala asma. Konsultasi dengan tenaga medis tetap dianjurkan sebelum memulai aktivitas fisik tertentu.

Dengan pemilihan olahraga yang tepat dan dilakukan secara teratur, penderita asma tetap dapat menjalani gaya hidup aktif dan sehat tanpa harus khawatir terhadap kambuhnya gejala.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: